Hotspot Nasional Turun 40 Persen, Kalimantan Tengah Masih Menyimpan Risiko Karhutla
Total| 19
Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit. Angkanya tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran ataupun luas lahan terbakar.
Karena itu, temuan dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 tetap memerlukan pemeriksaan lapangan atau groundcheck. Status nihil hotspot dalam pemantauan tersebut juga tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh wilayah telah bebas kebakaran.
Bara gambut bisa bertahan setelah nyala api hilang
Kalimantan Tengah tetap menjadi salah satu fokus pengendalian karena karakter lahan gambut memungkinkan api dan bara bertahan di bawah permukaan, meskipun nyala api tidak lagi terlihat.
Kondisi itu membuat pemadaman perlu diikuti pembasahan, penyisiran sisa bara, pendinginan, dan patroli lanjutan. Tanpa pemeriksaan lapangan, hilangnya nyala api belum memastikan kebakaran telah benar-benar tuntas.
Kementerian Kehutanan menyatakan Manggala Agni bersama tim gabungan masih menjalankan operasi sesuai kondisi masing-masing wilayah. Penanganan melibatkan pemerintah daerah, aparat, lembaga kebencanaan, Masyarakat Peduli Api, relawan, dan dunia usaha.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi