TERKINI

Warga Bandung Pilah Lebih dari 60 Ton Sampah Organik Setiap Hari

Warga Bandung Pilah Lebih dari 60 Ton Sampah Organik Setiap Hari
EKONOMI HIJAU
Dok. Redaksi Garis Bumi
Foto liputan: Warga Bandung Pilah Lebih dari 60 Ton Sampah Organik Setiap Hari

BANDUNG, GARISBUMI.com – Gerakan pemilahan sampah di tingkat rukun warga di Kota Bandung berhasil mengumpulkan lebih dari 60 ton sampah organik terpilah setiap hari. Kegiatan tersebut kini mulai dipersiapkan agar kontribusinya terhadap penurunan emisi dapat dihitung dan berpeluang masuk ke dalam ekosistem perdagangan karbon.

Program tersebut dijalankan Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi atau YPBB melalui GASLA dengan melibatkan petugas di sekitar 1.501 RW sejak awal 2026.

Volume lebih dari 60 ton per hari telah melampaui target awal program sebesar 45 ton. Meski demikian, jumlah itu baru sebagian dari total timbulan sampah organik Kota Bandung yang diperkirakan mencapai sekitar 641 ton setiap hari.

Data tersebut dibahas dalam National Carbon Forum: Perdagangan Karbon Sektor Limbah di Bandung pada 20 Agustus 2026 dan dipublikasikan KLH/BPLH pada 29 Agustus.

Pemilahan sampah organik menjadi penting dalam pengendalian emisi karena sampah yang membusuk tanpa oksigen di TPA dapat menghasilkan metana. Dengan mengalihkan sampah organik dari TPA ke pengolahan yang lebih tepat, emisi yang dihasilkan berpotensi dikurangi.

Namun agar pengurangan tersebut memiliki nilai dalam perdagangan karbon, aktivitas pemilahan harus dapat ditelusuri dan diukur.

Plt Direktur Tata Kelola Penerapan Nilai Ekonomi Karbon KLH/BPLH Haryo Pambudi mengatakan aktivitas pengelolaan sampah harus memiliki data yang valid, terukur dan transparan agar kontribusi pengurangan emisinya dapat diperhitungkan.

Alur Baca Berita Halaman 1 dari 2
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Jakarta, Bandung Raya dan Bali Disiapkan Jadi Pilot Karbon Sektor Sampah ARTIKEL BERIKUTNYA BRIN Kembangkan Retardan Karhutla Berbasis Pati Singkong
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik EKONOMI HIJAU
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu