Hotspot Nasional Naik 89 Persen, Api di Gambut Kalteng Belum Tuntas Padam
GARISBUMI.com – Penurunan titik panas di enam provinsi prioritas belum berarti ancaman karhutla berakhir. Laporan lapangan masih mencatat api dan asap di sejumlah lokasi di Kalimantan Tengah.
Jumlah titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi secara nasional naik 89 persen menjadi 189 titik pada pemantauan Senin, 2 November 2026, pukul 21.00 WIB. Pada saat yang sama, petugas masih menangani api dan asap di sejumlah lokasi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah, termasuk pada lahan gambut.
Data SiPongi Kementerian Kehutanan yang bersumber dari pemantauan satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20 menunjukkan penambahan 89 titik dibandingkan sehari sebelumnya, ketika terdeteksi 100 hotspot.
Perkembangan berbeda tercatat di enam provinsi prioritas pengendalian kebakaran hutan dan lahan atau karhutla. Jumlah hotspot di wilayah tersebut turun dari 34 menjadi 31 titik.
Perbedaan arah kedua angka itu menunjukkan perlunya membaca perkembangan karhutla secara menyeluruh. Penurunan pada wilayah prioritas berlangsung bersamaan dengan kenaikan secara nasional, sementara operasi pemadaman di lapangan belum selesai.
Kalimantan Tengah Masih Menyisakan Api dan Asap
Dari 31 hotspot di enam provinsi prioritas, sebanyak 19 titik terdeteksi di Kalimantan Tengah, sembilan di Jambi, dan tiga di Kalimantan Selatan. Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Riau tercatat nihil hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi pada pemantauan tersebut.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi