Sisa Makanan Dominasi Sampah Tangerang, Pengurangan Dimulai dari Dapur
Pengurangan sampah makanan dapat dimulai dengan merencanakan menu dan berbelanja sesuai kebutuhan. Penyimpanan bahan pangan yang benar serta porsi makan secukupnya membantu mengurangi makanan yang terbuang sebelum dikonsumsi.
Sementara itu, sisa sayuran, kulit buah, dan ampas kopi perlu dikumpulkan dalam wadah tersendiri. Bahan tersebut dipisahkan dari plastik, kemasan makanan, kaca, dan logam agar lebih mudah diolah.
“Pemilahan sejak dari rumah akan mempermudah proses pengolahan dan menjaga kualitas bahan organik yang akan dijadikan kompos,” ujar Yudi.
Kompos rumahan membutuhkan udara dan kelembapan
Sisa sayuran dan kulit buah dapat diolah menjadi kompos dengan mencampurkannya bersama bahan kering, seperti daun gugur atau kertas tanpa lapisan plastik.
Selama pengomposan, kelembapan dan sirkulasi udara perlu dijaga agar penguraian berlangsung dengan baik. Pengomposan bukan sekadar menumpuk sisa makanan dalam wadah.
Tidak semua sisa makanan sesuai untuk kompos rumahan sederhana. Daging, tulang, produk susu, dan makanan berminyak sebaiknya tidak dimasukkan karena dapat menimbulkan bau serta mengundang hama.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi