TERKINI

Sisa Makanan Dominasi Sampah Tangerang, Pengurangan Dimulai dari Dapur

Sisa Makanan Dominasi Sampah Tangerang, Pengurangan Dimulai dari Dapur
LINGKUNGAN
Diskominfo Kota Tangerang
Petugas mengolah bahan organik di bak pengomposan. Pengolahan sampah organik menjadi kompos dapat mengurangi sampah yang dibuang sekaligus menghasilkan bahan untuk menyuburkan tanah dan tanaman.

Pengurangan sampah makanan dapat dimulai dengan merencanakan menu dan berbelanja sesuai kebutuhan. Penyimpanan bahan pangan yang benar serta porsi makan secukupnya membantu mengurangi makanan yang terbuang sebelum dikonsumsi.

Sementara itu, sisa sayuran, kulit buah, dan ampas kopi perlu dikumpulkan dalam wadah tersendiri. Bahan tersebut dipisahkan dari plastik, kemasan makanan, kaca, dan logam agar lebih mudah diolah.

“Pemilahan sejak dari rumah akan mempermudah proses pengolahan dan menjaga kualitas bahan organik yang akan dijadikan kompos,” ujar Yudi.

Kompos rumahan membutuhkan udara dan kelembapan

Sisa sayuran dan kulit buah dapat diolah menjadi kompos dengan mencampurkannya bersama bahan kering, seperti daun gugur atau kertas tanpa lapisan plastik.

Selama pengomposan, kelembapan dan sirkulasi udara perlu dijaga agar penguraian berlangsung dengan baik. Pengomposan bukan sekadar menumpuk sisa makanan dalam wadah.

Tidak semua sisa makanan sesuai untuk kompos rumahan sederhana. Daging, tulang, produk susu, dan makanan berminyak sebaiknya tidak dimasukkan karena dapat menimbulkan bau serta mengundang hama.

Siaran Pers Resmi Diskominfo Kota Tangerang

Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.

Alur Baca Berita Halaman 2 dari 3
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2 3
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Bank Sampah Melati Tangerang Latih Pengurus Gunakan TOSS, Dorong Pengolahan dari Sumber ARTIKEL BERIKUTNYA Sinjai Minta Data Risiko Sanitasi Jadi Dasar Penentuan Wilayah dan Anggaran
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik LINGKUNGAN
2 bulan yang lalu
2 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu