Pemulihan Danau Toba Disebut Baru 57 Persen, Capaian Administratif 89 Persen
GARISBUMI.com – MEDAN, GARISBUMI.COM | Pemulihan Danau Toba masih menghadapi kesenjangan antara penyelesaian administratif dan perbaikan ekosistem. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Moh Jumhur Hidayat menyebut capaian administratif mencapai 89 persen, sementara restorasi ekosistem perairan dan daerah tangkapan air baru 57 persen.
Angka tersebut disampaikan Jumhur dalam kuliah umum di Universitas HKBP Nommensen, Medan, Sumatera Utara, Selasa (27/10/2026). Ia menekankan bahwa pembangunan ekonomi perlu menempatkan keselamatan manusia dan daya dukung lingkungan sebagai pertimbangan sejak tahap perencanaan.
Namun, keterangan KLH/BPLH belum menjelaskan indikator, periode penilaian, dan metode penghitungan kedua persentase tersebut. Karena mengukur aspek berbeda, angka itu belum dapat digunakan untuk menyimpulkan luas kawasan yang telah pulih atau besarnya pekerjaan restorasi yang tersisa.
Pemulihan harus dibuktikan melalui kondisi ekosistem
Jumhur mendorong penerapan prinsip yang disebutnya sebagai “supremasi ekologi”, yakni menempatkan keselamatan manusia dan kemampuan lingkungan menopang kehidupan sebagai prioritas pembangunan.
Dalam konteks pemulihan, ia menekankan perlunya memeriksa hasil di lapangan. Keberhasilan penanaman pohon, misalnya, perlu dinilai melalui kelangsungan hidup vegetasi serta kondisi tanah dan air.
Menurut keterangan KLH/BPLH, pemerintah tengah merancang program terpadu yang mencakup pengawasan kegiatan ekstraktif berbasis informasi spasial, penegasan kewajiban pemulihan lingkungan oleh perusahaan, serta verifikasi ilmiah atas hasil rehabilitasi.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi