TERKINI

Pemulihan Danau Toba Disebut Baru 57 Persen, Capaian Administratif 89 Persen

Pemulihan Danau Toba Disebut Baru 57 Persen, Capaian Administratif 89 Persen
LINGKUNGAN
KLH/BPLH
Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat foto bersama dalam kuliah umum tentang supremasi ekologi di Universitas HKBP Nommensen, Medan, Selasa (27/10/2026

Pembangunan kembali perlu memperhitungkan risiko

Jumhur mengaitkan kebutuhan evaluasi lingkungan dengan banjir, banjir bandang, dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Sumatera Utara, termasuk Tapanuli, pada akhir November 2025.

Mengutip analisis BMKG, keterangan KLH/BPLH menyebut peristiwa itu dipicu kombinasi Siklon Tropis Senyar dan dinamika atmosfer yang menghasilkan hujan ekstrem. Pada periode 25–27 November 2025, curah hujan harian dilaporkan mencapai 262,2 milimeter di Medan dan 229,7 milimeter di Tapanuli Tengah.

Jumhur mengingatkan bahwa perbaikan infrastruktur setelah bencana perlu disertai evaluasi lokasi dan kerentanannya.

“Apakah kita akan membangun kembali di tempat yang sama, dengan kerentanan yang sama? Atau peristiwa ini membuat kita meninjau ulang keputusan yang selama ini membentuk risiko?” ujarnya.

Ia menekankan bahwa evaluasi penyebab bencana harus berbasis ilmu pengetahuan. Hutan membantu menahan air hujan, mendukung peresapan, dan menjaga struktur tanah, tetapi tidak dapat meniadakan seluruh bahaya ketika hujan mencapai intensitas ekstrem.

Faktor geologi, kemiringan lereng, kapasitas sungai, dan lokasi permukiman juga perlu diperhitungkan. Karena itu, penilaian risiko membutuhkan pembacaan bersama atas kondisi alam, perubahan penggunaan lahan, dan keberadaan manusia di wilayah rentan.

Siaran Pers Resmi KLH/BPLH

Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.

Alur Baca Berita Halaman 3 dari 4
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2 3 4
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Lebih dari 1.500 Hektare Sawah Hilang di Sayung, Pemulihan Mangrove Harus Menopang Warga ARTIKEL BERIKUTNYA KLH/BPLH Ajak Lulusan Kampus Dalami Ekonomi Karbon dan Pekerjaan Hijau
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik LINGKUNGAN
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu
2 bulan yang lalu