Menjaga Air dari Hulu ke Laut, Warga Perlu Dilibatkan Sejak Perencanaan
BALI, GARISBUMI.com – Keberlanjutan program pengelolaan air membutuhkan lebih dari pembangunan infrastruktur. Masyarakat perlu dilibatkan sejak perencanaan agar memiliki peran dalam menjaga sumber air dan fasilitas yang dibangun.
Persoalan tersebut mengemuka dalam Konferensi Air Internasional ke-11 (IWC-11) di Bali, Rabu (21/10/2026). Diskusi mempertemukan kebutuhan pendanaan, pengelolaan ekosistem, dan keterlibatan warga sebagai bagian yang saling mendukung.
Perwakilan Pacific Community, Raymond Schuster, menekankan pentingnya rasa kepemilikan masyarakat terhadap program. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sumber daya air tidak hanya ditentukan oleh pendekatan teknis.
“Hal yang paling penting untuk membangun keberlanjutan adalah memastikan para pemangku kepentingan terlibat dan memiliki rasa kepemilikan terhadap kegiatan maupun infrastruktur yang dibangun. Kita juga perlu memiliki sistem tata kelola yang baik agar pelaksanaannya semakin efektif,” jelas Raymond.
Ia menyoroti pendekatan source to sea, yakni pengelolaan yang melihat keterkaitan sumber air di hulu hingga ekosistem laut. Pendekatan tersebut dibahas bersama kebutuhan melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
Raymond, yang berbasis di Fiji dan bekerja di bidang sumber daya air, kebencanaan, serta perencanaan, berharap pengalaman lintas kawasan dapat diterapkan dalam program Pacific Community di Pasifik.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi