Dari Bank Sampah Digital hingga Filter Air, Pelajar dan Mahasiswa Tawarkan Inovasi di Indramayu
INDRAMAYU, GARISBUMI.com – Pengelolaan sampah, penyaringan air, dan pemanfaatan sumber daya lokal menjadi perhatian pelajar serta mahasiswa dalam final Gelar Cipta Inovasi Unggulan Indramayu (GINCU-AYU) 2026. Berbagai karya tersebut ditawarkan sebagai gagasan untuk menjawab persoalan di lingkungan sekitar.
Sebanyak 16 inovasi mengikuti penilaian kategori sekolah dan perguruan tinggi di Aula I Bapperida Kabupaten Indramayu pada 22–23 Oktober 2026. Sebelas karya berasal dari jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK/MA, sedangkan lima lainnya dari perguruan tinggi.
Pada kategori sekolah, karya yang dipresentasikan antara lain Green Siliplas Block (GSB) dari SMPN 3 Terisi, Eco Enzyme Pembersih Lantai dari SMPN 1 Sindang, serta Bank Sampah Digital Pelajar Reloz dari SMKN 1 Losarang.
Ada pula Sumanja atau Surya Mangga Indramayu Jaya dari MA Ma’had Al Zaytun. Secara keseluruhan, gagasan peserta sekolah mengangkat isu lingkungan, pengelolaan sampah, sumber daya lokal, hingga energi terbarukan.
Teknologi untuk Air dan Komoditas Lokal
Pada kategori perguruan tinggi, peserta mempresentasikan Filter Air menggunakan Zeolit-Kitosan dan rancangan Smart Conveyor Sorter berbasis Internet of Things (IoT) untuk klasifikasi mangga gedong gincu.
Tiga inovasi lainnya adalah Catfish Peace, Masera atau Mangga Serai Repellent, serta Jemari Dermayu. Peserta kategori ini berasal dari Institut Teknologi Petroleum Balongan, Politeknik Negeri Indramayu, dan Universitas Muhammadiyah Cirebon.
Keragaman karya memperlihatkan upaya peserta menghubungkan pembelajaran dengan kebutuhan di sekitarnya, mulai dari pengelolaan material sisa hingga pengembangan teknologi untuk komoditas lokal.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi