Bali Proyeksikan 7,2 Juta Kunjungan Wisman, Sampah dan Energi Jadi Tantangan
BADUNG, GARISBUMI.com – Bali memproyeksikan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 7,1 juta hingga 7,2 juta sepanjang 2026. Di tengah pertumbuhan tersebut, pengelolaan sampah, penyediaan energi, dan ketertiban usaha menjadi persoalan yang perlu dibenahi untuk menjaga keberlanjutan pariwisata.
Gubernur Bali Wayan Koster menekankan bahwa keberhasilan pariwisata perlu diukur dari manfaat ekonomi bagi masyarakat serta terjaganya lingkungan, adat, dan budaya.
Pandangan itu disampaikan saat pembukaan Musyawarah Daerah XV Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali di Jimbaran, Badung, Jumat (16/10/2026), sebagaimana dipublikasikan Pemprov Bali pada 23 Oktober 2026.
Menurut data yang disampaikan Koster, kunjungan wisman sejak Januari hingga 30 September 2026 mencapai 5,2 juta. Ia memperkirakan jumlah kunjungan hingga akhir tahun melampaui capaian 2025 yang disebut mencapai 7,05 juta.
Pengelolaan Sampah Menjadi Perhatian
Koster menempatkan penanganan sampah sebagai salah satu kebutuhan mendasar dalam menjaga kualitas lingkungan Bali. Pemprov mendorong pengembangan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai bagian dari upaya tersebut.
Namun, keterangan Pemprov belum memerinci lokasi, kapasitas pengolahan, jadwal operasional, maupun langkah pengendalian dampak lingkungan fasilitas yang direncanakan.
Selain sampah, Pemprov Bali mendorong penguatan pasokan listrik untuk mengurangi ketergantungan pada jaringan kabel bawah laut dari Jawa.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi