Alih Fungsi Lahan Ancam Keanekaragaman Hayati Jatim, 3.849 Takson Terpetakan
Heru menegaskan bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media.
“Kita harus melibatkan semua unsur pentahelix. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat, akademisi, dunia usaha, dan media. Mari kita lestarikan Bumi Mojopahit ini,” ujarnya.
Mengarahkan Pelestarian dan Pemulihan Ekosistem
Profil Kehati 2026 dan RIP Kehati 2026–2030 disusun DLH Jawa Timur bersama Anwar Muhammad Foundation (AMF), dengan dukungan Kementerian PPN/Bappenas serta Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) melalui program Global Biodiversity Framework Implementation (GBFI).
Perwakilan Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Laila Yunita Widiastuti, mendorong pemerintah provinsi serta kabupaten/kota lainnya menyusun dokumen serupa.
Menurutnya, profil dan rencana induk dapat menjadi dasar perencanaan konservasi serta pemulihan ekosistem.
Di Jawa Timur, kedua dokumen tersebut diharapkan memperkuat koordinasi lintas sektor dan mengarahkan program konservasi secara lebih terukur, sehingga perlindungan kekayaan hayati menjadi bagian dari pelaksanaan pembangunan daerah.
---
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi