TERKINI

Batuan dan Bentang Alam Bawean Diteliti, Petakan Objek Bernilai Perlindungan

Batuan dan Bentang Alam Bawean Diteliti, Petakan Objek Bernilai Perlindungan
JELAJAH BUMI
Bidang KSDA Wilayah II Gresik
Penelusuran bentang batuan di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dalam rangka penyelidikan objek geologi bernilai perlindungan

GRESIK, GARISBUMI.com – Batuan dan bentang alam Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, diteliti untuk memetakan objek geologi yang memiliki nilai perlindungan. Penyelidikan mencakup sejumlah lokasi, termasuk Danau Kastoba di dalam Cagar Alam Pulau Bawean.

Tim Pusat Air Tanah dan Geologi Tata Lingkungan, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), melaksanakan penyelidikan Kawasan Cagar Alam Geologi (KCAG) Bawean sejak 8 Oktober 2026.

Kegiatan ini bertujuan memperoleh data lapangan, menginventarisasi, serta mendelineasi atau memetakan batas objek geologi yang memiliki nilai perlindungan.

Berdasarkan keterangan Bidang KSDA Wilayah II Gresik, penelusuran pada Sabtu (17/10/2026) dilakukan pada bentang yang mewakili karakteristik geologi di sekitar Blok Teneden hingga Danau Kastoba.

Pada lokasi yang bersinggungan dengan kawasan konservasi, kegiatan didampingi petugas dan mitra Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur.

Belum Berarti Penetapan Kawasan Cagar Alam Geologi

Penyelidikan tersebut merupakan tahap pengumpulan data untuk mengidentifikasi karakter dan nilai perlindungan objek geologi Bawean. Lokasi-lokasi yang didatangi belum otomatis ditetapkan sebagai Kawasan Cagar Alam Geologi.

Data hasil penelusuran menjadi bahan untuk mengenali objek yang mempunyai nilai perlindungan sekaligus menentukan batasnya.

Siaran Pers Resmi Bidang KSDA Wilayah II Gresik.

Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.

Alur Baca Berita Halaman 1 dari 2
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Alih Fungsi Lahan Ancam Keanekaragaman Hayati Jatim, 3.849 Takson Terpetakan ARTIKEL BERIKUTNYA Raperda Pariwisata Yogyakarta Disorot, Air Tanah dan Daya Dukung Jadi Perhatian
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik JELAJAH BUMI
1 minggu yang lalu
2 minggu yang lalu
1 minggu yang lalu