Alih Fungsi Lahan Ancam Keanekaragaman Hayati Jatim, 3.849 Takson Terpetakan
Ia menekankan pentingnya menjaga sumber daya alam di pegunungan, hutan, pesisir, dan laut, baik jumlah maupun kualitasnya, agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.
Konservasi Berkaitan dengan Kesejahteraan
RIP Kehati Jawa Timur 2026–2030 diarahkan untuk mewujudkan pengelolaan keanekaragaman hayati yang terintegrasi, berkelanjutan, dan inklusif. Dokumen ini diharapkan memperkuat ketahanan ekosistem sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat.
Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, A. A. Leonardo Teguh Sambodo, mengatakan bahwa konservasi perlu berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi.
“Konservasi sumber daya alam bukan merupakan misi yang terpisah dengan bagaimana pemerintah akan meningkatkan pertumbuhan dan menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya.
Menurut Leonardo, Jawa Timur memiliki potensi besar untuk mengembangkan pendekatan tersebut. Ia menyebut ekosistem mangrove di Jawa Timur mencakup sekitar 48 persen dari total mangrove di Pulau Jawa.
Jawa Timur juga menjadi satu dari empat provinsi percontohan penyusunan rencana pengelolaan keanekaragaman hayati di Indonesia, bersama Kalimantan Timur, Aceh, dan Papua Barat Daya.
Salah satu upaya pelestarian yang dikembangkan adalah Taman Kehati seluas sekitar 27 hektare di Cerme, Kabupaten Gresik. DLH Jawa Timur menggandeng sejumlah perusahaan swasta untuk menanam dan melestarikan tumbuhan endemik serta langka di kawasan tersebut.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi