TERKINI

Alih Fungsi Lahan Ancam Keanekaragaman Hayati Jatim, 3.849 Takson Terpetakan

Alih Fungsi Lahan Ancam Keanekaragaman Hayati Jatim, 3.849 Takson Terpetakan
LINGKUNGAN
Dinas Kominfo Jawa Timur
Penyerahan penghargaan kategori kebersihan masjid dan musala dalam rangkaian peluncuran Profil Keanekaragaman Hayati 2026 dan RIP Kehati Jawa Timur 2026–2030 di Surabaya, Selasa (20/10/2026)

Ia menekankan pentingnya menjaga sumber daya alam di pegunungan, hutan, pesisir, dan laut, baik jumlah maupun kualitasnya, agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Konservasi Berkaitan dengan Kesejahteraan

RIP Kehati Jawa Timur 2026–2030 diarahkan untuk mewujudkan pengelolaan keanekaragaman hayati yang terintegrasi, berkelanjutan, dan inklusif. Dokumen ini diharapkan memperkuat ketahanan ekosistem sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat.

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, A. A. Leonardo Teguh Sambodo, mengatakan bahwa konservasi perlu berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi.

“Konservasi sumber daya alam bukan merupakan misi yang terpisah dengan bagaimana pemerintah akan meningkatkan pertumbuhan dan menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat,” katanya.

Menurut Leonardo, Jawa Timur memiliki potensi besar untuk mengembangkan pendekatan tersebut. Ia menyebut ekosistem mangrove di Jawa Timur mencakup sekitar 48 persen dari total mangrove di Pulau Jawa.

Jawa Timur juga menjadi satu dari empat provinsi percontohan penyusunan rencana pengelolaan keanekaragaman hayati di Indonesia, bersama Kalimantan Timur, Aceh, dan Papua Barat Daya.

Salah satu upaya pelestarian yang dikembangkan adalah Taman Kehati seluas sekitar 27 hektare di Cerme, Kabupaten Gresik. DLH Jawa Timur menggandeng sejumlah perusahaan swasta untuk menanam dan melestarikan tumbuhan endemik serta langka di kawasan tersebut.

Siaran Pers Resmi Dinas Kominfo Jawa Timur.

Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.

Alur Baca Berita Halaman 2 dari 3
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2 3
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Dua Embung di Cipayung Tampung 36.550 Meter Kubik Air, Jadi Ruang Publik ARTIKEL BERIKUTNYA Batuan dan Bentang Alam Bawean Diteliti, Petakan Objek Bernilai Perlindungan
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik LINGKUNGAN
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu