TERKINI

Dugaan Pencucian Kayu Nabire–Surabaya, Legalitas 23 Kontainer Ditelusuri

Dugaan Pencucian Kayu Nabire–Surabaya, Legalitas 23 Kontainer Ditelusuri
LINGKUNGAN
Kementerian Kehutanan
Petugas memeriksa kontainer dalam penanganan dugaan pencucian kayu dari Nabire, Papua Tengah, menuju Surabaya

Menjaga hutan dan kepastian bahan baku

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menilai dugaan pencucian kayu mengancam keterlacakan asal-usul hasil hutan. Dokumen legalitas seharusnya memastikan kayu berasal dari sumber yang sah.

“Dokumen hasil hutan harus menjadi instrumen untuk memastikan keterlacakan dan legalitas kayu, bukan digunakan untuk menyamarkan asal-usul kayu yang tidak sah,” kata Dwi.

Menurut dia, masuknya kayu ilegal melalui manipulasi dokumen dapat merusak sumber daya hutan, kredibilitas tata kelola hasil hutan, serta kepastian usaha bagi industri yang menggunakan bahan baku legal.

“Pencegahan dan pengawasan harus diperkuat sejak sumber kayu, jalur pengangkutan, pelabuhan, hingga industri penerima agar ruang untuk mencuci dan memperdagangkan kayu ilegal semakin tertutup,” ujarnya.

Pemeriksaan 23 kontainer itu kini menjadi bagian penting untuk menguji kesesuaian antara kayu yang diperdagangkan dan dokumen legalitasnya. Hasil penelusuran diperlukan untuk memastikan asal bahan baku sekaligus mengurai dugaan peran para pihak dalam jalur Nabire–Surabaya.

Siaran Pers Resmi Kementerian Kehutanan

Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.

Alur Baca Berita Halaman 3 dari 3
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2 3
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Subulussalam Prioritaskan Pemulihan Sungai dan Pengendalian Ekspansi Sawit ARTIKEL BERIKUTNYA SINKRON Dikembangkan untuk Verifikasi Laporan dan Kesiapsiagaan Karhutla
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik LINGKUNGAN
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu