45,6 Ton Sampah Diangkat dari Kalimati Muncar, Muara Masih Terhambat Bangkai Kapal
Dinas PU Pengairan Banyuwangi telah mendatangkan alat berat untuk mendukung penanganan sedimentasi di kawasan tersebut.
Selain endapan sedimen, terdapat puluhan bangkai kapal nelayan yang terbengkalai. Bayu menyebut keberadaan kapal-kapal itu menghambat alur keluar-masuk air saat pasang surut.
Bangkai kapal tersebut direncanakan untuk diangkut. Namun, hingga keterangan itu disampaikan, prosesnya masih pada tahap inventarisasi.
“Karena bahasa bersih-bersih ini bukan hanya sampahnya aja ternyata, sumber masalahnya, sedimennya harus diturunkan, dan bangkai-bangkai kapalnya juga harus dibersihkan,” ujar Bayu.
Dengan demikian, jumlah sampah yang telah dikumpulkan belum menggambarkan seluruh pekerjaan yang harus diselesaikan di Kalimati. Penanganan muara masih mencakup material lain yang menghambat aliran air.
Sungai Watch pasang penghalang sampah
Di tengah pembersihan, organisasi lingkungan Sungai Watch telah memasang penghalang sampah atau trash barrier di aliran sungai.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi