Pilah Sampah di Kalianyar, Dua RW Kurangi Buangan ke Bantargebang hingga 50 Persen
JAKARTA BARAT, GARISBUMI.com – Pemilahan dan pengolahan sampah dari rumah mulai mengurangi beban sampah di Kelurahan Kalianyar, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat. Di RW 03 dan RW 04, langkah tersebut dilaporkan mampu menekan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang hingga sekitar 50 persen.
Capaian itu menjadi bagian dari gerakan yang dijalankan sembilan RW di Kalianyar sesuai Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pemilahan dan Pengolahan Sampah dari Sumber. Namun, keterbatasan lahan masih menjadi tantangan untuk memperluas pengolahan sampah di kawasan padat penduduk tersebut.
Ketua RW 03 Kalianyar, Agus Kardi, mengatakan sosialisasi pemilahan sampah telah dilakukan sejak Juli 2026. Dalam dua bulan terakhir, pihaknya juga mengupayakan pembangunan terminal sampah sebagai fasilitas pengolahan sampah organik.
“Sebelum penerapan Ingub Nomor 5 Tahun 2026, sampah yang dihasilkan setiap hari sekitar dua kuintal. Setelah dipilah dan diolah, volumenya berkurang hingga 50 persen,” ujar Agus, Selasa (13/10/2026).
Menurut Agus, sampah organik diolah menjadi kompos, sedangkan sampah anorganik dipilah untuk ditangani lebih lanjut. Pengolahan di lingkungan warga membuat sebagian sampah dapat ditangani sebelum diangkut ke tempat pemrosesan berikutnya.
Meski sudah menunjukkan hasil, Agus menilai pengelolaan sampah masih membutuhkan pendampingan dan dukungan dari perangkat daerah terkait, terutama Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
Keterbatasan Lahan Jadi Kendala
Agus berharap instansi terkait membantu memfasilitasi pengurusan izin pemanfaatan lahan bantaran Banjir Kanal Barat kepada Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane. Lahan tersebut diusulkan untuk dijadikan terminal sampah.
Keberadaan fasilitas pengolahan, menurutnya, penting agar gerakan pemilahan tidak berhenti pada pemisahan sampah di rumah. Warga juga membutuhkan tempat untuk mengolah sampah yang telah dikumpulkan.
“Kelurahan Kalianyar ini wilayah padat penduduk yang tidak punya lahan untuk pengolahan sampah. Mudah-mudahan ini menjadi perhatian instansi terkait karena kita membantu proses pengurangan sampah di Jakarta,” katanya.
Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan Kelurahan Kalianyar, Solihul Amri, mengatakan wilayahnya memiliki luas sekitar 38 hektare dengan penduduk sekitar 38 ribu jiwa. Kawasan tersebut terdiri atas sembilan RW dan 101 RT.
Solihul menjelaskan, pemilahan sampah sudah dilakukan di RW lainnya. Namun, pengurangan sampah paling terlihat di RW 03 dan RW 04 karena keduanya memiliki fasilitas terminal sampah.
“RW lainnya juga sudah memilah sampah. Namun, yang paling maksimal saat ini di kedua RW tersebut karena memiliki fasilitas terminal sampah,” ujar Solihul.
Pengalaman kedua RW tersebut menunjukkan pentingnya fasilitas pengolahan untuk mendukung kebiasaan memilah sampah. Di tengah keterbatasan lahan Kalianyar, dukungan fasilitas dan pendampingan dibutuhkan agar pengurangan sampah dapat diperluas ke lingkungan lainnya.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi