Pilah Sampah di Kalianyar, Dua RW Kurangi Buangan ke Bantargebang hingga 50 Persen
Keterbatasan Lahan Jadi Kendala
Agus berharap instansi terkait membantu memfasilitasi pengurusan izin pemanfaatan lahan bantaran Banjir Kanal Barat kepada Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane. Lahan tersebut diusulkan untuk dijadikan terminal sampah.
Keberadaan fasilitas pengolahan, menurutnya, penting agar gerakan pemilahan tidak berhenti pada pemisahan sampah di rumah. Warga juga membutuhkan tempat untuk mengolah sampah yang telah dikumpulkan.
“Kelurahan Kalianyar ini wilayah padat penduduk yang tidak punya lahan untuk pengolahan sampah. Mudah-mudahan ini menjadi perhatian instansi terkait karena kita membantu proses pengurangan sampah di Jakarta,” katanya.
Kepala Seksi Perekonomian dan Pembangunan Kelurahan Kalianyar, Solihul Amri, mengatakan wilayahnya memiliki luas sekitar 38 hektare dengan penduduk sekitar 38 ribu jiwa. Kawasan tersebut terdiri atas sembilan RW dan 101 RT.
Solihul menjelaskan, pemilahan sampah sudah dilakukan di RW lainnya. Namun, pengurangan sampah paling terlihat di RW 03 dan RW 04 karena keduanya memiliki fasilitas terminal sampah.
“RW lainnya juga sudah memilah sampah. Namun, yang paling maksimal saat ini di kedua RW tersebut karena memiliki fasilitas terminal sampah,” ujar Solihul.
Pengalaman kedua RW tersebut menunjukkan pentingnya fasilitas pengolahan untuk mendukung kebiasaan memilah sampah. Di tengah keterbatasan lahan Kalianyar, dukungan fasilitas dan pendampingan dibutuhkan agar pengurangan sampah dapat diperluas ke lingkungan lainnya.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi