TERKINI
Bagian 1

Linus, Menjaga Hutan Setelah Kehilangan Rumah dan Kakek

Linus, Menjaga Hutan Setelah Kehilangan Rumah dan Kakek
LINGKUNGAN
Dok Kementerian Kehutanan
Paulinus Kristianto

GARISBUMI.com – Saat Paulinus Kristianto memadamkan kebakaran di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah, pada 2015, kabar duka datang dari kampungnya di Kalimantan Barat. Rumah keluarganya terbakar. Kakeknya kemudian meninggal saat berupaya memadamkan api di rumah itu.

Siang sebelumnya, sang kakek masih menelepon dan menenangkannya.

“Enggak usah khawatir, selama masih ada hutan, rumah kita bisa dibangun lagi karena kita bangun rumah pakai kayu,” tutur lelaki yang akrab disapa Linus itu, mengenang pesan kakeknya dalam perbincangan, Rabu (21/10/2026), sebagaimana disampaikan Kementerian Kehutanan.

Ketika kembali mendapat sinyal sekitar pukul enam sore, Linus menerima kabar kematian itu. Keesokan paginya, ia menyetir seorang diri menuju kampung halaman.

Di depan pusara kakeknya, ia ingin mengakhiri pengabdiannya di dunia konservasi.

“Sudah berapa banyak orangutan saya selamatkan, berapa banyak pohon saya tanam, tapi keluarga sendiri tidak bisa saya selamatkan,” ujarnya.

Rekan-rekannya tidak membiarkannya menanggung kehilangan sendirian. Mereka mengumpulkan uang untuk membantu membangun kembali rumah keluarganya. Sebelum dua minggu berlalu, biaya fondasi terkumpul. Linus akhirnya kembali ikut pemadaman, meski dukanya belum selesai.

Kedekatan Linus dengan hutan tumbuh sejak kecil di Dusun Laung, Kecamatan Seberuang, Kabupaten Kapuas Hulu. Anak Dayak itu berjalan kaki dua jam melewati ladang dan hutan untuk bersekolah. Selepas SMA pada 2010, ia mulai bekerja dalam konservasi, merawat orangutan dan beruang madu.

Pada 2017, giliran tubuhnya yang harus berhenti. Linus terjatuh ketika bersama tim mengevakuasi orangutan jantan berbobot lebih dari 90 kilogram. Ia kemudian tidak bisa berdiri selama enam bulan.

Pertolongan datang dari keluarga seorang kenalan di Malaysia. Mereka menanggung perjalanan dan pengobatannya. Setelah hampir sebulan dirawat, Linus dapat berjalan kembali.

Beberapa tahun sebelumnya, ia pernah mendampingi anak keluarga tersebut belajar di lapangan tanpa meminta imbalan.

Kini, pendiri Conservation Action Network (CAN) Borneo itu tetap menjadi bagian dari kerja relawan menghadapi karhutla 2026 bersama Manggala Agni dan tim gabungan.

Linus pernah ingin berhenti karena tidak mampu menyelamatkan keluarganya. Dukungan orang-orang di sekitarnya membantunya kembali. Di balik upaya menjaga hutan, ada seorang penjaga yang juga pernah membutuhkan pertolongan.

Siaran Pers Resmi Kementerian Kehutanan

Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.

Alur Baca Berita Menampilkan Semua Halaman (2 Bagian)
Mode Halaman
Sebelumnya
1 2
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Asap Sampah dan Rokok Ancam Udara Sehat, RSUD Tigaraksa Ajak Warga Kurangi Paparan ARTIKEL BERIKUTNYA Membaca Kemarau dari Kampung, Mencegah Asap Sebelum Datang
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik LINGKUNGAN
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu