Hotspot Nasional Naik 89 Persen, Api di Gambut Kalteng Belum Tuntas Padam
Kategori tingkat kepercayaan tinggi juga tidak menunjukkan tingkat keparahan kebakaran. Karena itu, Kemenhut menyatakan indikasi dari satelit tetap perlu diperiksa melalui patroli dan pengecekan langsung atau groundcheck.
Dengan batasan tersebut, nihil hotspot berkepercayaan tinggi pada satu waktu pemantauan belum cukup untuk menyimpulkan seluruh wilayah telah bebas kebakaran. Laporan lapangan tetap dibutuhkan untuk memastikan kondisi api, asap, dan sisa bara.
Modifikasi Cuaca Berlanjut, Operasi Darat Tetap Dibutuhkan
Pemerintah melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendukung pengendalian karhutla. Menurut keterangan Kemenhut, evaluasi OMC terpadu yang berlangsung sejak 18 Oktober 2026 mencatat perbaikan sejumlah indikator.
Indikator tersebut meliputi jarak pandang dan konsentrasi polutan PM2.5 yang membaik, penurunan hotspot dalam evaluasi operasi, serta hujan yang mulai merata di sejumlah wilayah, terutama Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.
Kemenhut juga melaporkan seluruh bandara yang sebelumnya terkendala jarak pandang telah kembali beroperasi. Namun, keterangan tersebut tidak menyertakan angka pembanding kualitas udara maupun rincian kontribusi OMC terhadap setiap perbaikan yang dilaporkan.
OMC akan dilanjutkan oleh BNPB, Kemenhut, dan instansi terkait sesuai kebutuhan lapangan. Operasi selanjutnya direncanakan diarahkan ke Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Papua Selatan.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi