Gula Aren Masyarakat Adat Menjangkau Pasar, Pencatatan Usaha Masih Jadi Tantangan
Di Cirompang, KUPS Kaolotan mengembangkan gula semut dengan produksi 20–50 kemasan per bulan. Setiap kemasan berukuran 200–250 gram dan dijual seharga Rp20.000 melalui sistem pemesanan.
Kelompok ini memiliki lima anggota aktif. Menurut keterangan Kemenhut, kegiatan usahanya melibatkan sekitar 20–30 pekerja.
Ketua KUPS Kaolotan Cirompang, Ateng, mengatakan kelompok telah menerima bantuan Alat Ekonomi Produktif untuk mendukung pengolahan gula aren. Pemasarannya menjangkau masyarakat sekitar hingga tingkat provinsi, termasuk melalui Gerai Citorek.
Pengembangan usaha juga memperoleh dukungan akses pendanaan melalui dana talangan internal, program Bang PeSoNa, dan Green Climate Fund (GCF) Output 2. Namun, sertifikasi produk dan administrasi PNBP masih berproses.
Kenaikan Kelas Menunggu Hasil Penilaian
Dalam verifikasi, tim memeriksa bukti jangkauan pasar, penyerapan tenaga kerja, prestasi lomba tingkat nasional, serta sertifikasi dan standardisasi produk.
Pemeriksaan juga mencakup kerja sama usaha, pembayaran PNBP dan provisi sumber daya hutan (PSDH), serta pencatatan nilai ekonomi melalui GoKUPS.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi