TERKINI

Gula Aren Masyarakat Adat Menjangkau Pasar, Pencatatan Usaha Masih Jadi Tantangan

Gula Aren Masyarakat Adat Menjangkau Pasar, Pencatatan Usaha Masih Jadi Tantangan
EKONOMI HIJAU
Kementerian Kehutanan
Verifikasi teknis usaha perhutanan sosial masyarakat adat sebagai bahan penilaian kenaikan kelas dari Gold ke Platinum (kiri) dan produk gula aren cair dalam kemasan (kanan

Gula semut kelompok dijual seharga Rp35.000 per kemasan 500 gram, sedangkan gula aren cair dipasarkan Rp50.000 per 500 mililiter.

Saluran penjualannya meliputi pasokan ke kedai kopi sebanyak 5–10 liter per bulan, toko daring Aren Lab di Shopee, serta Imah Batik Sahate.

“KUPS Bumi Aren Lestari fokus pada penjualan gula aren cair dan semut. Produk juga telah dibawa secara perorangan ke Singapura, China, Skotlandia, dan Malaysia,” ujar Hendriana, sebagaimana dikutip dalam keterangan Kemenhut.

Keterangan mengenai produk yang dibawa ke luar negeri secara perorangan tersebut belum menunjukkan adanya ekspor komersial yang berlangsung rutin.

Di tengah pemasaran yang telah berjalan, Bumi Aren Lestari masih menghadapi kendala pencatatan nilai transaksi ekonomi. Akibatnya, perkembangan penjualan dan manfaat usaha belum dapat tergambar secara lengkap melalui catatan kelompok.

Untuk administrasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP), kelompok menyatakan siap melakukan pembayaran. Bumi Aren Lestari juga telah memiliki tenaga teknis pengelolaan hutan (GANISPH) dari internal kelompok yang bersertifikat lembaga sertifikasi profesi.

Usaha Cirompang Melibatkan Puluhan Pekerja

Siaran Pers Resmi Keterangan Kementerian Kehutanan

Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.

Alur Baca Berita Halaman 2 dari 4
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2 3 4
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Taman Kehati Wonosalam Jadi Ruang Belajar Konservasi bagi Pelajar Jombang ARTIKEL BERIKUTNYA Hotspot Nasional Naik 89 Persen, Api di Gambut Kalteng Belum Tuntas Padam
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik EKONOMI HIJAU
3 minggu yang lalu
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu