Bali Proyeksikan 7,2 Juta Kunjungan Wisman, Sampah dan Energi Jadi Tantangan
Rencana yang disampaikan mencakup pembangkit listrik berbahan bakar gas berkapasitas sekitar 1.550 megawatt dan pembangkit listrik tenaga surya dengan kuota sekitar 1.000 megawatt. Pengembangan itu diarahkan untuk mendukung kebutuhan listrik Bali pada 2031.
Kedua jenis pembangkit tersebut memiliki sumber energi berbeda. PLTS memanfaatkan energi matahari, sedangkan pembangkit gas menggunakan bahan bakar fosil. Angka yang disampaikan merupakan rencana pengembangan, bukan tambahan kapasitas yang telah beroperasi.
Pertumbuhan Wisata Perlu Diikuti Ketertiban Usaha
Koster juga menyoroti akomodasi dan fasilitas wisata yang, menurutnya, dipasarkan tanpa memenuhi ketentuan perizinan, termasuk melalui platform perjalanan daring. Ia menilai praktik tersebut berpotensi merugikan pelaku usaha yang telah memenuhi kewajibannya.
Penataan usaha dan pengawasan diperlukan untuk menjaga persaingan yang adil sekaligus kualitas layanan wisata.
“Kita harus bersyukur bahwa Bali yang kecil ini diberkati dengan keunggulan adat, tradisi, dan budaya. Inilah yang membuat Bali memiliki daya tarik yang kuat sehingga dicintai dan dikagumi oleh masyarakat dunia. Karena itu, kita harus tahu bagaimana cara membangun, menjaga, dan merawat pariwisata Bali,” ujar Koster.
Ketua DPD ASITA Bali I Putu Winastra menyatakan komitmen asosiasinya untuk meningkatkan profesionalisme biro perjalanan serta mendukung pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi