TERKINI

Anak Banteng Jawa Lahir di Pangandaran, Populasi Purbajapa Menjadi Tujuh Ekor

Anak Banteng Jawa Lahir di Pangandaran, Populasi Purbajapa Menjadi Tujuh Ekor
KONSERVASI
Kementerian Kehutanan
Anak banteng jawa bersama induknya di Pusat Reintroduksi Banteng Jawa Pangandaran (Purbajapa), Cagar Alam Pananjung Pangandaran, Jawa Barat

Pemantauan anak dan induk berlanjut

Program reintroduksi dijalankan Kemenhut melalui BBKSDA Jawa Barat dengan dukungan Taman Safari Indonesia, PT Star Energy Geothermal Darajat II Limited, Pemerintah Kabupaten Pangandaran, dan masyarakat.

Kemenhut menyebut banteng jawa sebagai satwa dilindungi yang berstatus terancam punah. Karena itu, kelangsungan hidup anak banteng dan kesehatan induknya menjadi bagian penting dari tindak lanjut kelahiran ini.

Pemantauan tim medis masih berlangsung. Hasil pengamatan kesehatan, pertumbuhan anak, dan perkembangan populasi selanjutnya diperlukan untuk menilai kemajuan program konservasi secara berkelanjutan.

Siaran Pers Resmi Kementerian Kehutanan.

Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.

Alur Baca Berita Halaman 3 dari 3
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2 3
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA BLUD Iklim Buka Peluang Pembiayaan Daerah, Hak Karbon Tak Otomatis Melekat ARTIKEL BERIKUTNYA Lebih dari 1.500 Hektare Sawah Hilang di Sayung, Pemulihan Mangrove Harus Menopang Warga
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik KONSERVASI
1 bulan yang lalu
2 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu