TERKINI

Anak Banteng Jawa Lahir di Pangandaran, Populasi Purbajapa Menjadi Tujuh Ekor

Anak Banteng Jawa Lahir di Pangandaran, Populasi Purbajapa Menjadi Tujuh Ekor
KONSERVASI
Kementerian Kehutanan
Anak banteng jawa bersama induknya di Pusat Reintroduksi Banteng Jawa Pangandaran (Purbajapa), Cagar Alam Pananjung Pangandaran, Jawa Barat

GARISBUMI.com – PANGANDARAN, GARISBUMI.COM | Seekor anak banteng jawa (Bos javanicus) jantan lahir di Pusat Reintroduksi Banteng Jawa Pangandaran (Purbajapa), Cagar Alam Pananjung Pangandaran, Jawa Barat. Kelahiran ketiga dalam program pengembangbiakan semi-alami ini menambah jumlah banteng di lokasi tersebut menjadi tujuh ekor.

Menurut keterangan Kementerian Kehutanan, anak banteng lahir pada Selasa (27/10/2026) sekitar pukul 22.23 WIB dari induk betina Bindi dan pejantan Senta. Tim medis masih memantau kondisi anak dan induknya untuk memastikan kesehatan keduanya.

Penambahan individu menjadi perkembangan penting bagi program yang bertujuan meningkatkan populasi banteng jawa. Namun, jumlah tujuh ekor tersebut merupakan populasi yang dikelola di Purbajapa, bukan jumlah keseluruhan banteng di Cagar Alam Pananjung Pangandaran maupun di Pulau Jawa.

Kelahiran ketiga sejak program dimulai

Purbajapa berawal dari empat banteng yang dilepasliarkan bersamaan dengan peresmian pusat reintroduksi pada 11 Desember 2024. Menurut Kemenhut, langkah itu menandai kembalinya banteng jawa ke Cagar Alam Pananjung Pangandaran setelah dinyatakan hilang dari kawasan tersebut sejak 2003.

Empat individu awal terdiri atas dua betina dan dua jantan dari tiga lembaga konservasi Taman Safari Indonesia. Betina Uchi berasal dari Bogor, sedangkan Bindi berasal dari Prigen. Dua pejantan, Bejo dan Senta, berasal dari Gianyar, Bali.

Kelahiran pertama tercatat dari induk Uchi pada 27 Juli 2025, disusul kelahiran dari Bindi pada 7 Agustus 2025.

Siaran Pers Resmi Kementerian Kehutanan.

Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.

Alur Baca Berita Halaman 1 dari 3
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2 3
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA BLUD Iklim Buka Peluang Pembiayaan Daerah, Hak Karbon Tak Otomatis Melekat ARTIKEL BERIKUTNYA Lebih dari 1.500 Hektare Sawah Hilang di Sayung, Pemulihan Mangrove Harus Menopang Warga
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik KONSERVASI
1 bulan yang lalu
2 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu