TERKINI

Yogyakarta Tangani 870 Kg Sampah Plastik Residu per Hari lewat Jumilah Joss Tenan

Yogyakarta Tangani 870 Kg Sampah Plastik Residu per Hari lewat Jumilah Joss Tenan
LINGKUNGAN
Pemkot Yogyakarta.
Foto 1: Pemilik warung menunjukkan botol plastik yang dikumpulkan secara terpisah di Wirobrajan, Kota Yogyakarta, Selasa (13/10/2026)

YOGYAKARTA, GARISBUMI.com – Pemerintah Kota Yogyakarta menangani sekitar 870 kilogram sampah plastik residu per hari melalui program Jumilah Joss Tenan. Program yang menjangkau 45 kelurahan ini mengutamakan pemilahan sejak dari sumber untuk mengurangi sampah yang masuk ke depo.

Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas dan Pengawasan Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta, Supriyanto, mengatakan sampah dipilah berdasarkan jenisnya sebelum diarahkan ke proses pengolahan yang sesuai.

“Yang biasanya memenuhi depo, sampah plastik residu ini kita pilah dari hulu. Setelah dipilah, kemudian kita proses melalui pirolisis,” kata Supriyanto di Kelurahan Patangpuluhan, Selasa (13/10/2026).

Ia menjelaskan, pirolisis merupakan proses pengolahan material melalui pemanasan pada kondisi tertentu untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai guna. Melalui pendekatan tersebut, sampah plastik residu diupayakan menjadi bahan yang lebih bermanfaat.

Jumilah Joss Tenan merupakan akronim dari Jogja Memilah Sampah, Jogja Sorting for The Source Terintegrasi dan Berkelanjutan. Pelaksanaannya melibatkan masyarakat, pelaku usaha, serta petugas khusus yang disebut juru pemilah sampah atau Jumilah.

Salah satu sasaran program ini adalah warung makan. Menurut Supriyanto, kegiatan usaha tersebut menghasilkan sampah plastik residu dalam jumlah cukup besar setiap hari sehingga perlu dilibatkan dalam pemilahan dari sumber.

Petugas Jumilah membantu memilah sampah secara lebih spesifik sekaligus menghubungkan sumber sampah dengan sistem pengolahan yang telah disiapkan. Penjemputan sampah plastik residu dilakukan secara bertahap.

Supriyanto mengatakan, penanganan sekitar 870 kilogram sampah plastik residu per hari menunjukkan potensi pengurangan sampah menuju depo apabila pemilahan dilakukan secara konsisten.

Pendekatan ini melengkapi upaya Pemkot Yogyakarta dalam menangani sampah organik melalui ember organik serta sampah spesifik, seperti kasur, bantal, dan guling.

Ia menekankan, pengelolaan perlu dimulai sejak sampah dihasilkan oleh rumah tangga maupun tempat usaha. Pemilahan memungkinkan material yang masih bernilai dimanfaatkan kembali, sementara residu mendapatkan penanganan khusus.

“Kami berharap program ini bisa terus ditingkatkan dengan melibatkan aktif unit-unit usaha dan Jumilah,” ujar Supriyanto.

Manfaat pemilahan turut dirasakan Sri Mulyati, pemilik Warung Makan Sri di Wirobrajan. Menurutnya, pemisahan sampah membuat warung lebih bersih dan memudahkan penanganan sampah agar tidak menumpuk terlalu lama.

“Dengan memilah sampah, warung jadi lebih bersih dan sampahnya tidak menimbulkan bau,” ujarnya.

Selain kebersihan, Sri memperoleh manfaat ekonomi dari sampah plastik tertentu yang masih memiliki nilai jual. Botol plastik, misalnya, dikumpulkan untuk disetorkan ke bank sampah.

“Kalau sampah plastik seperti botol itu bisa dijual ke bank sampah. Jadi selain warung lebih bersih, bisa menambah penghasilan juga,” katanya.

Foto 2: Petugas bersama pelaku usaha memilah sampah berdasarkan jenisnya dalam program Jumilah Joss Tenan di Kota Yogyakarta, Selasa (13/10/2026).

Siaran Pers Resmi Pemkot Yogyakarta

Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.

Alur Baca Berita Menampilkan Semua Halaman (3 Bagian)
Mode Halaman
Sebelumnya
1 2 3
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Titik Panas di Enam Provinsi Naik Jadi 542, Kemenhut Perkuat Penanganan Karhutla ARTIKEL BERIKUTNYA Warga Keluhkan Bau, DLH Kota Bima Periksa Dugaan Limbah SPPG Rabadompu Barat
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik LINGKUNGAN
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu