Yogyakarta Tangani 870 Kg Sampah Plastik Residu per Hari lewat Jumilah Joss Tenan
Supriyanto mengatakan, penanganan sekitar 870 kilogram sampah plastik residu per hari menunjukkan potensi pengurangan sampah menuju depo apabila pemilahan dilakukan secara konsisten.
Pendekatan ini melengkapi upaya Pemkot Yogyakarta dalam menangani sampah organik melalui ember organik serta sampah spesifik, seperti kasur, bantal, dan guling.
Ia menekankan, pengelolaan perlu dimulai sejak sampah dihasilkan oleh rumah tangga maupun tempat usaha. Pemilahan memungkinkan material yang masih bernilai dimanfaatkan kembali, sementara residu mendapatkan penanganan khusus.
“Kami berharap program ini bisa terus ditingkatkan dengan melibatkan aktif unit-unit usaha dan Jumilah,” ujar Supriyanto.
Manfaat pemilahan turut dirasakan Sri Mulyati, pemilik Warung Makan Sri di Wirobrajan. Menurutnya, pemisahan sampah membuat warung lebih bersih dan memudahkan penanganan sampah agar tidak menumpuk terlalu lama.
“Dengan memilah sampah, warung jadi lebih bersih dan sampahnya tidak menimbulkan bau,” ujarnya.
Selain kebersihan, Sri memperoleh manfaat ekonomi dari sampah plastik tertentu yang masih memiliki nilai jual. Botol plastik, misalnya, dikumpulkan untuk disetorkan ke bank sampah.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi