DEN Dorong PLTS 100 GWp dan Bioetanol untuk Tekan Impor Energi
SERANG, GARISBUMI.com – Dewan Energi Nasional (DEN) mendorong pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt peak (GWp) serta peningkatan penggunaan bioetanol sebagai campuran bensin. Pemanfaatan energi domestik tersebut diharapkan membantu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor energi.
Anggota DEN Saleh Abdurrahman mengatakan, Indonesia masih bergantung pada impor minyak dan liquefied petroleum gas (LPG) dalam jumlah besar. Pengembangan sumber energi dalam negeri menjadi bagian penting untuk memperkuat ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan energi nasional.
Hal itu disampaikan Saleh dalam Sosialisasi Kebijakan Energi Nasional (KEN) di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Kabupaten Serang, Selasa (13/10/2026).
Menurut Saleh, pengembangan PLTS menjadi salah satu strategi pemerintah dalam memperluas pemanfaatan energi domestik. Sementara itu, peningkatan campuran bioetanol pada bensin diharapkan dapat menekan kebutuhan bahan bakar berbasis minyak.
“Jadi kalau itu sudah bisa kita capai, maka ketergantungan impor kita itu akan menjadi turun,” ujarnya.
Saleh menjelaskan, Indonesia memiliki potensi energi terbarukan yang besar, meliputi tenaga surya, panas bumi, tenaga air, dan biomassa. Namun, pemanfaatannya membutuhkan investasi serta dukungan pendanaan yang memadai.
Keterbatasan anggaran pemerintah dan kapasitas pendanaan pelaku usaha domestik, menurutnya, menjadi tantangan dalam mempercepat pengembangan energi terbarukan. Dukungan investasi dibutuhkan untuk membangun infrastruktur dan meningkatkan pemanfaatan sumber energi tersebut.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi