Subulussalam Prioritaskan Pemulihan Sungai dan Pengendalian Ekspansi Sawit
Selain pengendalian ekspansi sawit, isu yang dikaji mencakup perlindungan habitat satwa liar, penanganan banjir dan pencemaran sungai, pemerataan layanan persampahan, serta penguatan mata pencaharian warga.
Isu-isu tersebut merupakan prioritas perencanaan. Keterangan sumber belum merinci luasan kawasan yang akan dipulihkan, target pengendalian ekspansi perkebunan, maupun lokasi pelaksanaan setiap program.
Perlindungan kawasan ekologis jadi pilihan
Forum konsultasi menyepakati Skenario Transformatif sebagai pilihan utama arah RPPLH Subulussalam. Pendekatan ini menekankan perlindungan kawasan bernilai ekologis tinggi, pembatasan pemanfaatan sumber daya alam yang merusak, pemulihan mutu lingkungan, dan pemerataan manfaat pembangunan.
Pakar lingkungan Universitas Gadjah Mada, Prof. Luthfi Muta’ali, turut memberikan masukan mengenai karakteristik ekoregion dan penentuan wilayah prioritas penanganan.
Materi teknis RPPLH saat ini memuat rumusan awal berupa 12 kebijakan daerah, 29 strategi, dan 79 program indikatif. Rumusan itu masih akan dipertajam, termasuk mengenai pelaksana, lokasi prioritas, keselarasan antarprogram, dan indikator kinerja.
Dengan demikian, kesepakatan arah pembangunan tersebut masih memerlukan penerjemahan ke dalam program yang memiliki sasaran dan ukuran keberhasilan yang jelas.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi