Sinjai Minta Data Risiko Sanitasi Jadi Dasar Penentuan Wilayah dan Anggaran
Keterangan Pemkab Sinjai belum menyebut lokasi sumber air yang akan diuji, parameter pemeriksaan, maupun jadwal pelaksanaannya. Pengujian tersebut masih disampaikan sebagai arahan tindak lanjut.
Masukan publik harus melalui verifikasi
Andi menegaskan, konsultasi publik perlu menjaga akurasi kajian. Forum tersebut tidak dimaksudkan untuk menyesuaikan hasil studi dengan keinginan atau kepentingan pihak tertentu.
โYang kita utamakan bukan mengubah hasil kajian berdasarkan keinginan, melainkan memahami hasilnya secara benar, menjaga akurasinya, dan menggunakan hasil tersebut sebagai dasar perbaikan,โ ujarnya.
Menurut Andi, dokumen EHRA telah melalui pengumpulan, pengolahan, dan analisis data dengan tahapan yang dapat dipertanggungjawabkan. Meski demikian, masukan mengenai kekeliruan faktual atau informasi yang membutuhkan klarifikasi tetap terbuka untuk dicatat dan diverifikasi.
Ia meminta hasil konsultasi diintegrasikan ke dalam perencanaan program dan kegiatan setiap organisasi perangkat daerah. Pelaksanaannya masih perlu dijabarkan melalui penetapan wilayah prioritas, penanggung jawab, kebutuhan program, serta anggaran perbaikan sanitasi.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi