TERKINI

Sampah Plastik Jadi Furnitur di Bali, Satu Kursi Setara 2.000 Kantong

Sampah Plastik Jadi Furnitur di Bali, Satu Kursi Setara 2.000 Kantong
EKONOMI HIJAU
KLH/BPLH
Delegasi IWC-11 menyimak penjelasan mengenai pelindungan penyu saat kunjungan lapangan di Bali, Selasa (20/10/2026)

“Menurut saya, ini merupakan contoh yang sangat baik dari inovasi dan penciptaan mata pencaharian. Menarik melihat bagaimana usaha ini berkembang dari skala kecil dengan model bisnis yang baik,” tutur Casandra.

Mencegah Pencemaran dari Sungai

Pengumpulan sampah di sungai merupakan salah satu praktik pengendalian pencemaran yang dipelajari para delegasi. Pendekatan ini sejalan dengan pesan Menteri LH/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat saat membuka IWC-11, Senin (19/10/2026).

“Kita harus menghentikan pencemaran dari sumbernya, baik itu di kawasan perkotaan, industri, maupun sungai, sebelum mencapai ekosistem pesisir dan laut,” tegas Jumhur.

Selain pengelolaan sampah plastik, delegasi mempelajari strategi pelestarian laut di Pusat Kunjungan Coral Triangle Center. Mereka juga mengunjungi kegiatan konservasi bersama penjaga bakau serta Pusat Konservasi dan Edukasi Penyu.

Pada kegiatan konservasi bakau, pembelajaran mencakup peran ekosistem pesisir dalam melindungi garis pantai, menjaga habitat biota, dan mendukung penghidupan masyarakat.

Sementara itu, kunjungan ke pusat konservasi penyu memperkenalkan kegiatan penyelamatan, perawatan, serta edukasi untuk melindungi satwa tersebut.

Menurut KLH/BPLH, keterlibatan masyarakat dan pengetahuan lokal menjadi bagian penting dalam praktik pengelolaan lingkungan yang dipelajari delegasi. Pendekatan tersebut dipadukan dengan ilmu pengetahuan serta inovasi pengolahan sampah.

Siaran Pers Resmi KLH/BPLH

Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.

Alur Baca Berita Halaman 2 dari 3
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2 3
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Raperda Pariwisata Yogyakarta Disorot, Air Tanah dan Daya Dukung Jadi Perhatian ARTIKEL BERIKUTNYA Indonesia Dorong Pendanaan Perairan Berbasis Dampak bagi Alam dan Warga
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik EKONOMI HIJAU
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu