Sampah Plastik Jadi Furnitur di Bali, Satu Kursi Setara 2.000 Kantong
“Menurut saya, ini merupakan contoh yang sangat baik dari inovasi dan penciptaan mata pencaharian. Menarik melihat bagaimana usaha ini berkembang dari skala kecil dengan model bisnis yang baik,” tutur Casandra.
Mencegah Pencemaran dari Sungai
Pengumpulan sampah di sungai merupakan salah satu praktik pengendalian pencemaran yang dipelajari para delegasi. Pendekatan ini sejalan dengan pesan Menteri LH/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat saat membuka IWC-11, Senin (19/10/2026).
“Kita harus menghentikan pencemaran dari sumbernya, baik itu di kawasan perkotaan, industri, maupun sungai, sebelum mencapai ekosistem pesisir dan laut,” tegas Jumhur.
Selain pengelolaan sampah plastik, delegasi mempelajari strategi pelestarian laut di Pusat Kunjungan Coral Triangle Center. Mereka juga mengunjungi kegiatan konservasi bersama penjaga bakau serta Pusat Konservasi dan Edukasi Penyu.
Pada kegiatan konservasi bakau, pembelajaran mencakup peran ekosistem pesisir dalam melindungi garis pantai, menjaga habitat biota, dan mendukung penghidupan masyarakat.
Sementara itu, kunjungan ke pusat konservasi penyu memperkenalkan kegiatan penyelamatan, perawatan, serta edukasi untuk melindungi satwa tersebut.
Menurut KLH/BPLH, keterlibatan masyarakat dan pengetahuan lokal menjadi bagian penting dalam praktik pengelolaan lingkungan yang dipelajari delegasi. Pendekatan tersebut dipadukan dengan ilmu pengetahuan serta inovasi pengolahan sampah.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi