TERKINI

Indonesia Dorong Pendanaan Perairan Berbasis Dampak bagi Alam dan Warga

Indonesia Dorong Pendanaan Perairan Berbasis Dampak bagi Alam dan Warga
LINGKUNGAN
KLH/BPLH
Peserta mengikuti pembukaan IWC-11 di Bali, Senin (19/10/2026)

Pemulihan Ekosistem Perlu Hasil Terukur

Sejalan dengan usulan pembiayaan tersebut, Indonesia mengajukan empat prioritas pengelolaan ekosistem perairan global.

Pertama, mencegah pencemaran sejak dari sumbernya. Upaya ini mencakup penanganan pencemaran dari kawasan perkotaan, industri, dan aliran sungai sebelum mencapai pesisir serta laut.

Kedua, mengarahkan restorasi ekosistem pada hasil yang terukur. Penilaian pemulihan didorong melampaui target luas kawasan yang ditangani, dengan turut memperhatikan kesehatan ekosistem dan peningkatan ketahanan masyarakat.

Ketiga, memperkuat kerja sama lintas batas melalui pembangunan kepercayaan, pertukaran data, dan pengelolaan bersama dengan tetap menghormati kedaulatan setiap negara.

Keempat, melibatkan masyarakat serta memadukan ilmu pengetahuan modern dengan kearifan lokal. Jumhur menyebut filosofi sistem irigasi Subak di Bali sebagai salah satu rujukan pendekatan tersebut.

Keempat prioritas itu menghubungkan pencegahan pencemaran, pemulihan ekosistem, kerja sama antarnegara, dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan perairan.

Siaran Pers Resmi KLH/BPLH

Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.

Alur Baca Berita Halaman 2 dari 3
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2 3
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Sampah Plastik Jadi Furnitur di Bali, Satu Kursi Setara 2.000 Kantong ARTIKEL BERIKUTNYA Enam Perusahaan di Kalteng Dibekukan Izinnya, Diwajibkan Pulihkan Ekosistem Hutan
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik LINGKUNGAN
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu