Orangutan Sumatera Korban Perdagangan Ilegal Dipulangkan dari India, Jalani Rehabilitasi di Langkat
Ia juga mengungkapkan bahwa nama baru Heera diberikan atas saran Anant Ambani. Nama tersebut berarti berlian.
“Berlian merupakan sesuatu yang sangat berharga. Kita berharap Heera mendapatkan kesempatan untuk pulih, tumbuh, dan menjalani kehidupan yang lebih baik,” katanya.
Rehabilitasi untuk Mengembangkan Perilaku Alami
Heera selanjutnya akan menjalani rehabilitasi di Sumatran Rescue Alliance (SRA) di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, yang dikelola COP.
Di fasilitas tersebut, Heera akan mendapatkan perawatan dan pemantauan kesehatan. Program rehabilitasi disesuaikan dengan kondisi fisik serta perilakunya.
Tahapan ini penting untuk menilai dan mendukung kemampuan Heera dalam memanjat, mencari pakan, serta beradaptasi dengan lingkungan. Hasil penilaian akan menjadi bagian dari pertimbangan kemungkinan pelepasliaran pada masa mendatang. Dengan demikian, kepulangan ke Indonesia belum berarti Heera dapat langsung dikembalikan ke alam.
Raja Juli menegaskan, tanggung jawab penyelamatan satwa juga mencakup perlindungan habitatnya.
“Memulangkan orangutan adalah satu langkah penting, tetapi tanggung jawab kita tidak berhenti di situ. Kita harus memastikan Heera menjalani proses rehabilitasi dengan baik. Pada saat yang sama, kita juga memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga dan memperbaiki habitat orangutan agar mereka dapat hidup dengan aman dan nyaman di rumah alaminya, yaitu hutan,” tegasnya.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi