Harimau Sumatra di Pelalawan Dievakuasi, BBKSDA Riau Tunggu Hasil Tes DNA
PELALAWAN, GARISBUMI.com – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau mengevakuasi seekor harimau sumatra dari lokasi interaksi negatif antara manusia dan satwa tersebut di Kabupaten Pelalawan, Riau. Harimau kini menjalani observasi dan perawatan sementara di Lembaga Konservasi Kasang Kulim sembari menunggu hasil pengujian DNA.
Penanganan ini merupakan tindak lanjut atas kejadian pada Juli 2026 di salah satu areal BPPH dalam lanskap Semenanjung Kampar. BBKSDA Riau memasang kamera jebak atau camera trap untuk memantau keberadaan harimau di sekitar lokasi.
Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, mewakili Kepala BBKSDA Riau, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan harimau masih berkeliaran di sekitar tempat kejadian. Tim kemudian memasang kandang jebak atau box trap.
“Untuk menghadirkan rasa aman dan penyelamatan individu harimau maka dilakukan pemasangan boxtrap,” kata Ujang.
Pada 8 September 2026, seekor harimau sumatra masuk ke kandang jebak tersebut. Berdasarkan identifikasi awal, satwa itu diduga merupakan individu yang terlibat dalam kejadian sebelumnya. Namun, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
BBKSDA Riau telah mengirimkan sampel DNA ke laboratorium Universitas Gadjah Mada untuk mendukung proses identifikasi. Hasil pengujian akan menjadi salah satu dasar pendalaman terhadap individu harimau tersebut.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi