TERKINI

Hotspot Turun Jadi 487 Titik, Kebakaran Gambut dan Kualitas Udara Masih Jadi Perhatian

Hotspot Turun Jadi 487 Titik, Kebakaran Gambut dan Kualitas Udara Masih Jadi Perhatian
LINGKUNGAN
Kementerian Kehutanan
Petugas menyemprotkan air untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di tengah kepungan asap. Kementerian Kehutanan terus melakukan pemadaman, pembasahan, dan pendinginan meski jumlah hotspot nasional menurun, guna memastikan api serta bara benar-benar padam

GARISBUMI.com – Jumlah titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi di Indonesia turun menjadi 487 titik berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Senin (19/10/2026) pukul 21.00 WIB. Namun, penurunan tersebut belum berarti kebakaran hutan dan lahan telah sepenuhnya terkendali.

Kebakaran di sejumlah lahan gambut masih membutuhkan pemadaman lanjutan. Kualitas udara di beberapa wilayah juga masih berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.

Kementerian Kehutanan menyatakan operasi darat dan udara, pemeriksaan lapangan, pembasahan, serta pendinginan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada api maupun bara yang tersisa.

Dibandingkan sehari sebelumnya, jumlah hotspot nasional berkurang 617 titik dari 1.104 menjadi 487 titik. Pada enam provinsi prioritas pengendalian kebakaran hutan dan lahan atau karhutla, jumlahnya turun dari 748 menjadi 172 titik.

Rinciannya, Sumatera Selatan mencatat 64 hotspot, Kalimantan Tengah 49 titik, Kalimantan Selatan 40 titik, Kalimantan Barat 12 titik, dan Jambi tujuh titik. Riau tetap nihil hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Penurunan terbesar terjadi di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Sebaliknya, Sumatera Selatan dan Kalimantan Selatan mengalami kenaikan sehingga operasi lapangan tetap diperkuat.

Siaran Pers Resmi Kementerian Kehutanan

Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.

Alur Baca Berita Halaman 1 dari 4
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2 3 4
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Orangutan Sumatera Korban Perdagangan Ilegal Dipulangkan dari India, Jalani Rehabilitasi di Langkat ARTIKEL BERIKUTNYA Mahasiswa Kehutanan Diajak Beraksi Sejak Kuliah, dari Pantau Hutan hingga Usaha Hijau
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik LINGKUNGAN
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu