KLH/BPLH Ajak Lulusan Kampus Dalami Ekonomi Karbon dan Pekerjaan Hijau
Naskah sumber juga menggunakan istilah “oksigen dibeli” ketika menjelaskan peluang tersebut. Istilah itu belum disertai penjelasan mengenai komoditas dan mekanisme transaksinya, sehingga tidak dapat dijadikan dasar untuk menyamakan perdagangan oksigen dengan perdagangan karbon.
Jumhur turut menyampaikan bahwa pemerintah sedang memperjuangkan pengakuan nilai ekonomi keanekaragaman hayati Indonesia, termasuk yang dimanfaatkan sebagai bahan baku industri farmasi. Namun, keterangan tersebut belum merinci bentuk kredit, mekanisme pembagian manfaat, maupun tahap pelaksanaannya.
Auditor lingkungan disebut sebagai peluang keahlian
Selain perdagangan karbon, Jumhur menyebut auditor lingkungan sebagai bidang keahlian yang akan didorong pemerintah. Menurutnya, pengembangan profesi tersebut berpotensi menyerap puluhan ribu tenaga kerja terampil.
Angka itu masih berupa proyeksi. Keterangan KLH/BPLH belum memuat dasar penghitungannya, periode penyerapan tenaga kerja, persyaratan kompetensi, ataupun rincian langkah kebijakan yang dimaksud.
Karena itu, peluang pekerjaan hijau yang disampaikan dalam forum tersebut belum dapat dibaca sebagai ketersediaan lowongan atau kepastian penyerapan lulusan.
Kampus didorong membawa ilmu ke masyarakat
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi