Fotokatalis Berbasis Karbon Dikaji untuk Urai Polutan Air Limbah Industri
GARISBUMI.com โ SERPONG, GARISBUMI.COM | Material berbasis karbon dikaji untuk membantu menguraikan polutan air limbah yang sulit ditangani melalui pengolahan konvensional. Melalui teknologi fotokatalisis, energi cahaya digunakan untuk mengaktifkan katalis dan memicu reaksi penguraian senyawa pencemar.
Namun, potensi tersebut belum berarti teknologi siap diterapkan secara luas di industri. Efektivitas terhadap beragam polutan, kebutuhan energi, biaya operasional, serta keamanan material dan hasil pengolahan masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Hal itu disampaikan Prof. Suresh Sagadevan dari Universiti Malaya, Malaysia, dalam The 3rd International Symposium on Nanotechnology and Nanomaterials for Development (ISNND) 2026 yang diselenggarakan BRIN di Kawasan Sains dan Teknologi B.J. Habibie, Serpong, Rabu (28/10/2026).
Menurut Suresh, limbah dari industri tekstil, farmasi, pertanian, dan aktivitas domestik dapat mengandung polutan yang sulit dihilangkan dengan metode konvensional. Salah satu contohnya ialah zat warna tekstil dengan struktur senyawa organik kompleks.
Bagaimana fotokatalisis menguraikan pencemar?
Fotokatalisis memanfaatkan energi cahaya untuk mengaktifkan material katalis. Proses tersebut menghasilkan spesies reaktif yang membantu menguraikan senyawa pencemar dalam air.
Dalam kondisi yang sesuai, senyawa organik berpotensi terurai menjadi senyawa lebih sederhana, termasuk karbon dioksida dan air. Akan tetapi, hasilnya bergantung pada karakteristik katalis, jenis polutan, dan kondisi pengolahan.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi