Kemenhut Perkuat Masyarakat Peduli Api, Targetkan 500 Kelompok pada 2026
Dukungan Personel dan Pemadaman di Lahan Gambut
Untuk mendukung operasi lapangan, Kemenhut memperkuat 1.419 personel Manggala Agni organik di enam provinsi prioritas melalui dukungan lintas wilayah. Langkah ini mencakup pengerahan 1.000 personel Polisi Kehutanan ke Kalimantan melalui skema bantuan kendali operasi.
Sebanyak 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kemenhut juga disiagakan untuk mendukung penanganan sesuai kebutuhan.
Bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, dan masyarakat, petugas memeriksa titik panas, memadamkan api, menyekat rambatan kebakaran, melakukan pembasahan, serta menyisir bara yang tersisa.
Di lahan gambut, pendinginan dilakukan secara berkelanjutan untuk mencegah api di bawah permukaan kembali menyala.
Kemenhut juga mendukung operasi modifikasi cuaca bersama BMKG, BNPB, dan TNI dengan mempertimbangkan kondisi atmosfer serta keselamatan penerbangan. Operasi tersebut berjalan bersamaan dengan pemadaman sumber api di darat.
Penanganan Satwa dan Penegakan Hukum
Selain pemadaman, penanganan karhutla mencakup pemantauan habitat dan penanganan satwa liar.
Berdasarkan rekap nasional Kemenhut yang diperbarui pada 8 Oktober 2026, sebanyak 290 individu satwa liar tercatat ditangani, termasuk 96 orangutan dan 78 bekantan. Jumlah tersebut mencakup satwa hidup maupun yang ditemukan mati.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi