TERKINI

Kemenhut Perkuat Masyarakat Peduli Api, Targetkan 500 Kelompok pada 2026

Kemenhut Perkuat Masyarakat Peduli Api, Targetkan 500 Kelompok pada 2026
LINGKUNGAN
Kementerian Kehutanan
Personel Manggala Agni mengikuti pengarahan dalam kesiapsiagaan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kemenhut memperkuat kerja sama petugas dan masyarakat untuk mempercepat deteksi dini serta mencegah perluasan kebakaran

“Kelompok yang terbentuk harus memiliki kemampuan mengenali bahaya dan bertindak sesuai prosedur. Karena itu, penguatan kelembagaan perlu disertai latihan, peralatan, komunikasi, dan dukungan keselamatan,” kata Rohmat.

Libatkan Kelompok Tani Hutan dan Masyarakat Adat

Pencegahan karhutla juga diperkuat melalui jejaring Kelompok Tani Hutan dan penerima akses perhutanan sosial.

Hingga September 2026, program perhutanan sosial telah menjangkau 1.437.065 kepala keluarga pada areal seluas 8,46 juta hektare. Adapun penerima manfaat dari penetapan 177 hutan adat seluas 376.280 hektare tercatat sebanyak 93.859 kepala keluarga.

Kemenhut mengaitkan pendampingan pengelolaan hutan dengan pencegahan kebakaran. Kepastian akses kelola dan manfaat ekonomi hutan diharapkan memperkuat keterlibatan warga dalam menjaga wilayahnya.

Melalui pengendalian kebakaran berbasis masyarakat, jejaring tersebut didorong meningkatkan pengawasan, mencegah pembakaran, dan mempercepat pelaporan kepada petugas.

“Hutan yang terjaga menopang penghidupan keluarga. Karena itu, pendampingan perhutanan sosial kami hubungkan dengan upaya pencegahan kebakaran agar tanaman, hasil hutan, dan usaha masyarakat terlindungi dari ancaman api,” ujar Rohmat.

Siaran Pers Resmi Kementerian Kehutanan

Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.

Alur Baca Berita Halaman 2 dari 4
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2 3 4
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Api Permukaan TPA Pasir Bajing Padam, Petugas Suntik Air untuk Atasi Bara ARTIKEL BERIKUTNYA PSEL Lampung Raya Butuh Ribuan Kubik Air per Hari, Mitigasi Banjir Dikaji
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik LINGKUNGAN
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu