Kemenhut Perkuat Masyarakat Peduli Api, Targetkan 500 Kelompok pada 2026
GARISBUMI.com – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperkuat keterlibatan masyarakat dalam pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari target pengembangan 500 kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) Berkelanjutan pada 2026, sebanyak 119 kelompok telah terbentuk dan 61 kelompok masih dalam proses pembentukan.
Sebanyak 320 desa lainnya telah ditetapkan sebagai sasaran pengembangan berikutnya. Penguatan kelompok masyarakat ini diarahkan untuk memperluas patroli, mempercepat pelaporan ancaman kebakaran, serta mendukung penanganan awal bersama Manggala Agni dan petugas terkait.
Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki menegaskan, keterlibatan masyarakat harus disertai pendampingan pemerintah, dukungan peralatan, dan perlindungan keselamatan.
“Masyarakat mengetahui kondisi wilayahnya dan menjadi mitra penting dalam mendeteksi ancaman kebakaran sejak dini. Kemenhut terus memperkuat kerja bersama MPA, Kelompok Tani Hutan, masyarakat adat dan relawan, dengan mengutamakan koordinasi serta keselamatan dalam setiap penanganan,” ujar Rohmat dalam keterangan Kemenhut, Rabu (21/10/2026).
Perkuat Pencegahan Karhutla di Tingkat Desa
Menurut Kemenhut, sebanyak 14.040 personel MPA di 34 provinsi terlibat dalam upaya pengendalian karhutla. Mereka membantu mencegah perluasan kebakaran, mendukung pemadaman, serta melindungi hutan dan masyarakat dari dampak api.
Melalui program MPA Berkelanjutan, penguatan dilakukan dengan membangun kemampuan kelompok dalam mengenali risiko kebakaran, mengedukasi warga tentang pengelolaan lahan tanpa bakar, dan menyampaikan laporan dini kepada petugas.
Dengan komposisi 30 orang per kelompok, 119 kelompok yang telah terbentuk memiliki kapasitas keanggotaan 3.570 orang. Sementara itu, target 500 kelompok setara dengan kapasitas 15.000 anggota. Angka tersebut merupakan perhitungan berdasarkan komposisi kelompok, bukan jumlah tambahan personel yang telah terealisasi.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi