TERKINI

Hotspot Turun Jadi 487 Titik, Kebakaran Gambut dan Kualitas Udara Masih Jadi Perhatian

Hotspot Turun Jadi 487 Titik, Kebakaran Gambut dan Kualitas Udara Masih Jadi Perhatian
LINGKUNGAN
Kementerian Kehutanan
Petugas menyemprotkan air untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di tengah kepungan asap. Kementerian Kehutanan terus melakukan pemadaman, pembasahan, dan pendinginan meski jumlah hotspot nasional menurun, guna memastikan api serta bara benar-benar padam

Penurunan Hotspot Belum Pulihkan Kualitas Udara

Berdasarkan pantauan kualitas udara berbasis PM2,5 yang disampaikan Kementerian Kehutanan, sebagian besar wilayah Indonesia berada pada kategori baik hingga sedang.

Namun, sejumlah wilayah masih mencatat kondisi tidak sehat hingga sangat tidak sehat. Secara lokal, kategori berbahaya juga ditemukan, terutama di beberapa bagian Kalimantan serta sejumlah wilayah di Sumatera dan Papua.

Kondisi itu menunjukkan bahwa penurunan hotspot belum selalu langsung diikuti pemulihan kualitas udara. Asap kebakaran, terutama dari lahan gambut, dapat bertahan dan bergerak mengikuti kondisi atmosfer.

Kementerian Kehutanan meminta masyarakat di wilayah dengan kualitas udara memburuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, serta warga dengan gangguan pernapasan atau penyakit kronis.

Masyarakat dan pelaku usaha juga diingatkan agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan membakar. Temuan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran perlu segera dilaporkan kepada petugas agar dapat ditangani sedini mungkin.

Siaran Pers Resmi Kementerian Kehutanan

Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.

Alur Baca Berita Halaman 4 dari 4
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2 3 4
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Orangutan Sumatera Korban Perdagangan Ilegal Dipulangkan dari India, Jalani Rehabilitasi di Langkat ARTIKEL BERIKUTNYA Mahasiswa Kehutanan Diajak Beraksi Sejak Kuliah, dari Pantau Hutan hingga Usaha Hijau
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik LINGKUNGAN
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu