TERKINI

Hotspot Turun Jadi 487 Titik, Kebakaran Gambut dan Kualitas Udara Masih Jadi Perhatian

Hotspot Turun Jadi 487 Titik, Kebakaran Gambut dan Kualitas Udara Masih Jadi Perhatian
LINGKUNGAN
Kementerian Kehutanan
Petugas menyemprotkan air untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di tengah kepungan asap. Kementerian Kehutanan terus melakukan pemadaman, pembasahan, dan pendinginan meski jumlah hotspot nasional menurun, guna memastikan api serta bara benar-benar padam

Di Kalimantan Barat, api di salah satu lokasi di Ketapang telah dikendalikan. Tim tetap memeriksa lapangan untuk memastikan tidak ada sumber panas atau bara yang tertinggal.

Penanganan juga berlanjut di Sarolangun, Batang Hari, dan Tanjung Jabung Timur, Jambi. Di Sarolangun, tim melakukan pemadaman langsung, penyekatan bagian depan api, pelebaran sekat bakar, serta pendinginan. Kanal dimanfaatkan sebagai sumber air pada lokasi bergambut.

Sebagian lokasi telah dipadamkan, sementara lokasi lainnya masih membutuhkan penanganan lanjutan.

Sebanyak 61 Armada Udara Disiagakan

Untuk mendukung pengendalian karhutla, pemerintah menyiagakan 61 unit armada udara. Sebanyak 17 unit disiapkan untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca, sedangkan 44 unit untuk penyiraman air dari udara atau water bombing.

Di darat, Manggala Agni bekerja bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dan dunia usaha.

Operasi meliputi patroli, pemeriksaan titik panas, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran, pembasahan, penyisiran bara, dan pendinginan.

Khusus di lahan gambut, hilangnya nyala api di permukaan belum menjadi tanda bahwa kebakaran telah padam. Bara dapat bertahan dan menjalar di bawah permukaan sehingga pembasahan serta pendinginan harus dilanjutkan sampai lokasi dinilai aman dari potensi penyalaan kembali.

Siaran Pers Resmi Kementerian Kehutanan

Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.

Alur Baca Berita Halaman 3 dari 4
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2 3 4
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Orangutan Sumatera Korban Perdagangan Ilegal Dipulangkan dari India, Jalani Rehabilitasi di Langkat ARTIKEL BERIKUTNYA Mahasiswa Kehutanan Diajak Beraksi Sejak Kuliah, dari Pantau Hutan hingga Usaha Hijau
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik LINGKUNGAN
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu