TERKINI

Hotspot Kalteng Melonjak Jadi 92 Titik, Pemadaman Karhutla Diperkuat

Hotspot Kalteng Melonjak Jadi 92 Titik, Pemadaman Karhutla Diperkuat
LINGKUNGAN
Kementerian Kehutanan
Petugas Manggala Agni menyemprotkan air untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan di tengah kepulan asap. Pemadaman darat terus dilakukan untuk mengendalikan api dan mencegah kebakaran meluas

GARISBUMI.com – Jumlah titik panas atau hotspot di Kalimantan Tengah meningkat di tengah penurunan secara nasional. Kementerian Kehutanan memperkuat pemadaman darat dan udara untuk mengendalikan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla, termasuk di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.

Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Sabtu (17/10/2026) pukul 21.00 WIB, Kalimantan Tengah mencatat 92 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence). Jumlah itu meningkat dari 19 titik pada sehari sebelumnya.

Sebaliknya, hotspot secara nasional turun dari 354 menjadi 270 titik, atau berkurang 84 titik. Pada enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, jumlahnya juga turun dari 177 menjadi 125 titik.

Penurunan terbesar terjadi di Sumatera Selatan, dari 132 menjadi sembilan titik. Kalimantan Barat mencatat 22 titik, turun dari 24 titik, sedangkan Jambi turun dari dua titik menjadi nihil.

Riau tetap nihil hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi. Sementara itu, Kalimantan Selatan mencatat dua titik, setelah sebelumnya tidak terdeteksi.

Perbedaan kondisi antardaerah menjadi alasan operasi pengendalian tetap dilanjutkan. Kenaikan hotspot di Kalimantan Tengah mendapat perhatian khusus agar api tidak meluas.

Siaran Pers Resmi Kementerian Kehutanan

Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.

Alur Baca Berita Halaman 1 dari 4
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2 3 4
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Datang Sebelum Api Datang
EDISI TERBARU Naskah terbaru lainnya sedang dalam kurasi redaktur.
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik LINGKUNGAN
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu