Hotspot Kalteng Melonjak Jadi 92 Titik, Pemadaman Karhutla Diperkuat
Pada Sabtu (17/10), dilakukan satu penerbangan penyemaian dry ice menggunakan sekitar 800 kilogram bahan semai serta satu penerbangan penyemaian NaCl.
Kementerian Kehutanan melaporkan adanya perbaikan jarak pandang di Palembang selama pelaksanaan operasi. Meski demikian, penanganan tetap dilanjutkan bersama pemadaman darat, operasi udara, pemantauan kualitas udara, dan penegakan hukum.
Secara nasional, pemerintah menyiagakan 61 unit armada udara. Sebanyak 17 unit digunakan untuk patroli dan modifikasi cuaca, sedangkan 44 unit lainnya untuk water bombing.
Hotspot Turun, Kualitas Udara Masih Menjadi Perhatian
Kementerian Kehutanan mengingatkan bahwa penurunan hotspot tidak serta-merta diikuti pemulihan kualitas udara.
Berdasarkan pemantauan berbasis konsentrasi partikel halus PM2,5 yang disampaikan kementerian, sebagian besar wilayah Indonesia berada dalam kategori baik hingga sedang. Namun, sejumlah lokasi di Kalimantan dan Sumatera masih menunjukkan kualitas udara tidak sehat hingga sangat tidak sehat, bahkan berbahaya secara lokal.
Asap kebakaran gambut dapat bertahan dan berpindah mengikuti kondisi atmosfer. Karena itu, pemadaman sumber api tetap menjadi prioritas bersama perlindungan kesehatan masyarakat.
Kementerian Kehutanan mengimbau warga di wilayah terdampak mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar. Perhatian khusus diminta bagi anak-anak, ibu hamil, lansia, serta warga dengan gangguan pernapasan atau penyakit kronis.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi