TERKINI

Sumatera Barat Siapkan Rencana Lingkungan 30 Tahun, Susun Empat Skenario

Sumatera Barat Siapkan Rencana Lingkungan 30 Tahun, Susun Empat Skenario
LINGKUNGAN
Biro Humas KLH/BPLH
Peserta membahas penyusunan skenario perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup Sumatera Barat di Padang, Kamis (8/10/2026)

Empat Skenario untuk Menghadapi Perubahan Iklim

Penyusunan skenario lingkungan menjadi penting bagi Sumatera Barat karena keragaman bentang alamnya. Wilayah provinsi ini mencakup pegunungan Bukit Barisan, daerah aliran sungai, kawasan pertanian dan perkotaan, hingga pesisir serta Kepulauan Mentawai.

Masing-masing wilayah memiliki karakteristik ekologis dan tekanan lingkungan yang berbeda. Kondisi tersebut perlu diperhitungkan dalam menentukan arah pembangunan dan lokasi prioritasnya.

Empat skenario yang dipaparkan Pemprov Sumatera Barat disusun berdasarkan dua faktor penggerak utama. Pertama, transisi menuju ekonomi hijau, biru, sirkular, dan rendah karbon. Kedua, proyeksi perubahan iklim serta ketahanan wilayah.

Skenario tersebut menjadi bahan untuk merumuskan kebijakan perlindungan lingkungan yang sesuai dengan kemungkinan kondisi daerah pada masa mendatang.

Data Lingkungan Jadi Dasar Pembangunan

Hariani menekankan pentingnya data dan informasi lingkungan yang valid. Data itu mencakup karakteristik ekoregion, daya dukung dan daya tampung lingkungan, jasa lingkungan, keanekaragaman hayati, serta peta risiko lingkungan.

Seluruh informasi tersebut diintegrasikan menggunakan Kode Referensi Ekoregion (KRE) agar kebijakan pembangunan selaras dengan kondisi di lapangan.

RPPLH juga perlu terhubung dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), serta penganggaran daerah. Dengan keterkaitan itu, pertimbangan lingkungan dapat masuk ke dalam penentuan program dan alokasi anggaran pembangunan.

Siaran Pers Resmi Biro Humas KLH/BPLH

Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.

Alur Baca Berita Halaman 2 dari 3
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2 3
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Orangutan Marconi Terpantau Bersama Anak Kedua di Cagar Alam Jantho ARTIKEL BERIKUTNYA Indonesia Bidik Investasi Hijau di COP31 lewat Pasar Karbon
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik LINGKUNGAN
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu