Setelah Truk Sampah Pergi
Yang paling sering terdengar: mahal.
Memang mahal. Namun, membiarkan sampah menumpuk juga tidak gratis. Ada air tanah yang terancam tercemar, kesehatan warga yang dipertaruhkan, dan lahan baru yang harus dicari ketika TPA penuh.
Kita sering pandai menghitung harga mesin, tetapi lupa menghitung harga akibat tidak memilikinya.
Pemerintah memegang tanggung jawab besar. Masyarakat tidak bisa terus diminta memilah sampah jika akhirnya semuanya dicampur kembali di atas truk yang sama.
Itu seperti meminta orang menyusun pakaian berdasarkan warna, lalu petugas laundry datang membawa satu karung untuk semuanya.
Warga akhirnya kapok. Bukan karena tidak peduli, tetapi karena merasa usahanya tidak menuju ke mana-mana. Jangan sampai pemilahan hanya rapi di poster.
Namun, kita juga tidak bisa menyerahkan seluruh persoalan kepada pemerintah. Banyak barang masuk ke tempat sampah bukan karena benar-benar tidak berguna, tetapi karena kita membeli terlalu banyak, memakai terlalu sebentar, lalu membuang terlalu cepat.
Produsen pun tidak boleh hanya hadir ketika barangnya masih berada di rak toko. Setelah produk terjual, bungkusnya tidak mendadak menjadi anak yatim yang harus diasuh pemerintah daerah.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi