Setelah Truk Sampah Pergi
GARISBUMI.com – Ada satu suara yang sering membuat orang bergegas keluar rumah pada pagi hari. Bukan suara tukang sayur. Bukan pula penjual roti. Suara kendaraan pengangkut sampah.
Begitu terdengar dari ujung gang, kantong-kantong plastik segera dikeluarkan. Ada yang terikat rapi, bocor di bagian bawah, atau harus diangkat sambil menjauhkan tangan dari badan karena aromanya mulai tidak bersahabat.
Kantong itu masuk ke gerobak. Gerobaknya berjalan. Kita kembali masuk rumah. Selesai.
Setidaknya, begitu perasaan kita. Dapur kembali bersih. Hati juga ikut tenang. Ke mana sampah itu pergi, jarang kita pikirkan. Yang penting, bukan lagi di depan rumah. Padahal, bagi sampah, perjalanan baru saja dimulai.
Tanggal 20 September diperingati sebagai World Cleanup Day atau Hari Bersih-Bersih Sedunia. Peringatannya terasa sepi. Tidak banyak kabar tentang gerakan membersihkan sungai, pantai, jalan, atau ruang publik.
Mungkin ada. Hanya saja, gaungnya jauh lebih kecil dibandingkan persoalan sampah yang setiap hari semakin besar.
Peringatan memang tidak harus selalu ramai. Tidak harus ada panggung, pidato, kaus seragam, dan foto bersama. Kadang-kadang, peringatan cukup membuat kita berhenti dan bertanya: setelah truk sampah pergi, urusan siapa yang dimulai?
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi