Setelah Truk Sampah Pergi
Nama-nama itu mungkin jauh dari rumah kita. Namun, sebagian isi rumah kita berakhir di sana. Bungkus kopi, kotak makanan, botol plastik, kantong belanja, tisu, sisa nasi, pakaian bekas, dan sayuran yang lupa dimasak sampai membusuk di kulkas.
Semua berkumpul menjadi satu. Barang-barang yang datang dengan merek dan harga berbeda akhirnya tinggal bersama di tempat yang sama.
Masalahnya, tumpukan itu tidak hanya diam. Air lindinya merembes ke tanah. Baunya ikut angin ke permukiman. Gas metana terbentuk di bawah timbunan. Ketika hujan, ada risiko pencemaran dan longsor. Saat kemarau, kebakaran mengintai.
Kita menyebutnya tempat pemrosesan akhir. Warga di sekitarnya mungkin mengenalnya dengan cara lain: bau yang datang tanpa diundang.
Teknologi pengolahan sebenarnya sudah tersedia. Sampah organik dapat diolah. Plastik bisa dipilah dan didaur ulang. Sebagian sampah dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar atau energi.
Pilihannya banyak. Alasan menunda juga tidak kalah banyak.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi