TERKINI

Setelah Truk Sampah Pergi

Setelah Truk Sampah Pergi
INSIGHT
Dok. Redaksi GARIS BUMI
Foto liputan: Setelah Truk Sampah Pergi

Nama-nama itu mungkin jauh dari rumah kita. Namun, sebagian isi rumah kita berakhir di sana. Bungkus kopi, kotak makanan, botol plastik, kantong belanja, tisu, sisa nasi, pakaian bekas, dan sayuran yang lupa dimasak sampai membusuk di kulkas.

Semua berkumpul menjadi satu. Barang-barang yang datang dengan merek dan harga berbeda akhirnya tinggal bersama di tempat yang sama.

Masalahnya, tumpukan itu tidak hanya diam. Air lindinya merembes ke tanah. Baunya ikut angin ke permukiman. Gas metana terbentuk di bawah timbunan. Ketika hujan, ada risiko pencemaran dan longsor. Saat kemarau, kebakaran mengintai.

Kita menyebutnya tempat pemrosesan akhir. Warga di sekitarnya mungkin mengenalnya dengan cara lain: bau yang datang tanpa diundang.

Teknologi pengolahan sebenarnya sudah tersedia. Sampah organik dapat diolah. Plastik bisa dipilah dan didaur ulang. Sebagian sampah dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar atau energi.

Pilihannya banyak. Alasan menunda juga tidak kalah banyak.

Alur Baca Berita Halaman 3 dari 5
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2 3 4 5
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
MA
Mashudi Reporter Terverifikasi

Berfokus pada penyajian informasi mendalam, investigasi, dan jurnalisme berimbang bagi publik.

ARTIKEL SEBELUMNYA Stella Christie Dorong Kampus Siapkan Lulusan untuk Industri Energi Terbarukan ARTIKEL BERIKUTNYA Ongkos Menunggu Hujan
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik INSIGHT
1 minggu yang lalu
1 bulan yang lalu
3 minggu yang lalu