Pengerukan Kali Mampang dan Krukut Masih Sisakan 157 Ribu Meter Kubik Sedimen
GARISBUMI.com – JAKARTA, GARISBUMI.COM | Pengerukan Kali Mampang dan Kali Krukut masih menyisakan sekitar 157.419,7 meter kubik sedimen yang perlu diangkat untuk memperlancar aliran air menjelang musim hujan. Pekerjaan ini ditujukan untuk mengurangi risiko banjir di sejumlah kawasan Jakarta Selatan, termasuk Pondok Karya, Pondok Jaya, Kemang Utara IX, dan Pejaten Barat.
Berdasarkan angka dalam keterangan Dinas Kominfotik Jakarta, sekitar 12.900,3 meter kubik sedimen telah diangkat dari kedua sungai. Jumlah itu setara sekitar 7,6 persen dari total volume pekerjaan pengerukan yang disebutkan, yakni 170.320 meter kubik.
Persentase tersebut merupakan perhitungan volume sedimen, bukan ukuran kemajuan seluruh pekerjaan pengendalian banjir maupun besarnya pengurangan risiko banjir.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pekerjaan di Kali Mampang Segmen Poncol, Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2026). Ia mengatakan pembenahan sungai dilakukan bersama pembangunan embung dan perbaikan pertemuan aliran Kali Mampang dengan Kali Krukut.
“Saya yakin nantinya masih ada banjir, tetapi volumenya akan berkurang secara signifikan karena sekarang ditangani secara serius,” kata Pramono, sebagaimana dikutip dari Dinas Kominfotik Jakarta.
Sisa pengerukan terbesar berada di Kali Krukut
Di Kali Mampang, sedimen yang telah diangkat mencapai sekitar 4.393 meter kubik, dengan sisa pekerjaan 14.727 meter kubik. Sementara di Kali Krukut, sekitar 8.507,3 meter kubik telah diangkat dan 142.692,7 meter kubik masih tersisa.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi