TERKINI

Pemkot Surabaya Arahkan KTS di Dalam Kota, dari Kota Lama hingga Kebun Raya Mangrove

Pemkot Surabaya Arahkan KTS di Dalam Kota, dari Kota Lama hingga Kebun Raya Mangrove
LINGKUNGAN
Dindik Kota Surabaya
Sejumlah pelajar menanam bibit mangrove sebagai bagian dari pembelajaran lingkungan di luar kelas. Pemkot Surabaya mendorong sekolah memanfaatkan destinasi wisata edukasi di dalam kota untuk mengenalkan potensi lokal dan menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan

SURABAYA, GARISBUMI.com – Pemerintah Kota Surabaya mengarahkan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) negeri untuk mengoptimalkan wisata edukasi dan ruang publik di dalam kota sebagai lokasi Kegiatan Tengah Semester (KTS). Pilihannya beragam, mulai dari kawasan Kota Lama, Kebun Raya Mangrove, hingga Hutan Kota Jeruk.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, mengatakan kegiatan belajar di luar kelas atau outing class dapat menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal sejarah, lingkungan, dan potensi kotanya sendiri.

“Jadi memang ada kurikulum yang namanya outing class atau KTS. Nah, itu kami mengimbau bahwa di Surabaya ini tidak kurang tempat untuk explore,” ujar Febrina, Senin (19/10/2026).

Menurut dia, sekolah tidak harus membawa siswa ke luar daerah untuk memberikan pengalaman belajar yang berbeda. Berbagai destinasi wisata edukasi Surabaya dapat dimanfaatkan untuk menghubungkan pelajaran di kelas dengan kondisi yang dijumpai secara langsung.

Kawasan Kota Lama, misalnya, dapat menjadi ruang belajar untuk mengenalkan sejarah dan lingkungan kepada siswa.

“Silakan kalau misalkan memang mau outing class atau KTS, kita punya beberapa ruang atau space publik di Surabaya. Ada kota lama, bisa di situ untuk menjadi area belajar anak-anak,” katanya.

Febrina menjelaskan, Dispendik Surabaya telah menginstruksikan SD dan SMP negeri agar memaksimalkan pelaksanaan KTS di dalam kota. Untuk memperluas pilihan lokasi, pihaknya juga berkolaborasi dengan perangkat daerah yang membidangi pertanian dan pariwisata.

“Kalau di (SD-SMP) negeri sudah kita maksimalkan untuk (kegiatan) di Surabaya. Ada tempat-tempat tertentu yang mungkin kita kolaborasi dengan teman-teman Dinas Pertanian (DKPP) dan Dinas Pariwisata (Disbudporapar). Itu ada beberapa tempat,” jelasnya.

Selain Kota Lama, sekolah dapat memanfaatkan Kebun Raya Mangrove dan Hutan Kota Jeruk di Lakarsantri. Destinasi tersebut membuka kesempatan bagi siswa untuk belajar mengenai lingkungan, pertanian, hingga potensi wisata edukasi setempat.

Pemilihan lokasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran siswa. Dengan begitu, kegiatan di luar kelas sekaligus menjadi sarana mengenalkan potensi lokal Surabaya.

Febrina juga meminta masyarakat melapor kepada Dispendik Surabaya apabila menemukan SD atau SMP negeri yang mengajak siswa melaksanakan KTS ke luar kota.

“Jadi kenapa kita harus keluar (kota) kalau kita punya hal ini. Nah, kalau ternyata di (SD-SMP) negeri ada pihak sekolah yang mengajak ke luar kota, silakan laporkan ke kami,” ujarnya.

Siaran Pers Resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.

Alur Baca Berita Menampilkan Semua Halaman (2 Bagian)
Mode Halaman
Sebelumnya
1 2
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA TPA Pasir Bajing Dibuka Kembali, Wabup Garut Dorong Pembenahan Sampah dari Hulu
EDISI TERBARU Naskah terbaru lainnya sedang dalam kurasi redaktur.
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik LINGKUNGAN
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu