TERKINI

Pembukaan Lahan PBPH Ditunda, Titik Panas Kembali Naik pada Oktober

Pembukaan Lahan PBPH Ditunda, Titik Panas Kembali Naik pada Oktober
LINGKUNGAN
Kementerian Kehutanan
Petugas menyemprotkan air ke lahan yang tampak hangus dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan

Peneliti IPB University Yudi Setiawan mengingatkan bahwa titik panas merupakan anomali termal, bukan ukuran luas terbakar maupun bukti penyebab kebakaran. Penanganan juga harus melintasi batas konsesi karena karhutla merupakan persoalan lanskap.

Di gambut, risiko meningkat tajam ketika muka air tanah turun lebih dari 0,4 meter di bawah permukaan. Karena itu, pembasahan perlu dituntaskan sebelum puncak kemarau dan dilanjutkan dengan revegetasi.

Siaran Pers Resmi Kementerian Kehutanan

Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.

Alur Baca Berita Halaman 2 dari 2
Lihat Semua Halaman
Sebelumnya
1 2
Selanjutnya

Bagaimana menurut Anda tentang liputan ini?

Beri reaksi pembaca untuk mengapresiasi karya jurnalistik ini:
ARTIKEL SEBELUMNYA Puluhan Perusahaan Diawasi, KLH Minta Penanganan Dugaan Pencemaran Dipercepat
EDISI TERBARU Naskah terbaru lainnya sedang dalam kurasi redaktur.
Diskusi & Komentar Pembaca (0)

Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi

Tanggapan akan disaring dan diverifikasi redaksi terlebih dahulu sebelum terbit.
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

Berita Terkait Lainnya

Lihat Semua di Rubrik LINGKUNGAN
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu
1 bulan yang lalu