Padat Karya Sampah Jakarta Siapkan 264 Pekerja, dari Pemilahan hingga Bahan Bakar Alternatif
JAKARTA, GARISBUMI.com – Pemilahan, pengomposan, hingga pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif menjadi bagian pekerjaan bagi 264 peserta program padat karya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta pada November–Desember 2026.
Program ini menghubungkan kebutuhan penanganan sampah dengan kesempatan memperoleh penghasilan bagi warga. Pendaftaran telah berlangsung pada 23–25 Oktober 2026, sedangkan pemanggilan dan verifikasi calon peserta dijadwalkan pada 26–27 Oktober 2026.
Kepala DLH DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan keterlibatan warga diharapkan memperkuat penanganan sampah sejak pengumpulan hingga pengolahan.
“Program padat karya juga mendorong keterlibatan warga dalam penanganan sampah. Kami berharap program ini memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat upaya pengelolaan sampah di Jakarta,” ujarnya, Senin (26/10/2026).
Sebanyak 264 posisi tersebut terdiri atas 139 petugas pemilah sampah organik dan anorganik, 25 tenaga pendukung fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF), serta 100 petugas pengangkat sampah. Jumlah ini khusus untuk kebutuhan DLH pada tahap tersebut.
Dari Kompos hingga Bahan Bakar Sampah
Petugas pemilah dan pengolah sampah organik akan membantu pengumpulan sampah menuju tempat penampungan sementara (TPS), menyiapkan material untuk mesin pembubur, membuat lubang biopori, serta membantu pengomposan.
Sementara itu, tenaga pendukung fasilitas RDF membantu pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif. Petugas pengangkat sampah bertugas memuat sampah ke kendaraan pengumpul dan memastikan tidak ada sampah tercecer selama pengangkutan.
Artikel ini merupakan siaran pers resmi yang diterbitkan melalui Meja Redaksi GARIS BUMI. Materi telah melalui peninjauan editorial untuk kenyamanan dan kejelasan informasi bagi pembaca.
Tuliskan Pendapat Anda Wajib Moderasi Redaksi